
Garis polisi dipasang di sekitar gedung RS Semen Padang/Detik.com
RIAU1.COM - Petunjuk baru dalam peristiwa ledakan yang meluluhlantakkan 2 lantai Semen Padang Hospital ditemukan pihak kepolisian.
Petunjuk baru tersebut ditemukan dalam penelusuran yang dilakukan oleh tim Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Riau.
Berdasarkan keterangan Kabidlabfor Polda Riau, AKBP Erik Rezakola yang dimuat Katasumbar, pihaknya sudah mengumpulkan semua petunjuk itu lengkap dengan barang buktinya.
Petugas Brimob Polda Sumbar memeriksa bagian yang diduga menjadi sumber ledakan di Semen Padang Hospital
“Kita sudah melakukan analisa TKP. Kita sudah menemukan barang bukti, yah. Yang mungkin ada kaitannya, ini baru mungkin dari peristiwa tersebut. Ini akan kami dalami lagi,” katanya.
Lalu dia menjelaskan, pihaknya saat ini belum bisa merincikan barang bukti yang ditemukan selama proses penelusuran di lokasi kejadian.
Hanya saja, selama proses itu berlangsung, pihaknya juga turut memintai keterangan pada pegawai rumah sakit.
Keterangan itu nantinya juga menjadi petunjuk atas peristiwa ledakan di SPH. Sementara olah TKP juga masih akan berlanjut hingga beberapa hari ke depan.
“Tadi sudah ada empat orang yang kami mintai keterangan. Baik teknisi dan pimpinan manager. Sementara apakah ledakan itu terjadi di lantai 1 atau 7, masih didalami anggota,” ungkap dia.
Sebelumnya diketahui, Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono mengatakan, ledakan tersebut terjadi bukan karena bom, namun dari malpraktik.
“Ini bukan suatu ledakan dari bom, tapi ini adalah suatu malpraktik pekerjaan instalasi AC,” katanya pada awak media.
Suharyono menjelaskan, pekerja yang sedang melakukan instalasi AC diduga melakukan kekeliruan, sehingga memicu ledakan di lantai 1 dan lantai 2.
“Saat proses instalasi ada kekeliruan, dimana adanya pengelasan, sehingga memunculkan percikan api. Percikan api itu kemudian mengenai AC central, sehingga muncul ledakan,” jelasnya.*