DPR Minta Semua Pihak Terkait Penambangan Illegal di Solok Selatan Diperiksa

26 November 2024
Rombongan Komisi III DPR RI di Mapolda Sumbar/Antara

Rombongan Komisi III DPR RI di Mapolda Sumbar/Antara

RIAU1.COM - Rombongan Komisi III DPR RI yang mendatangi Mapolda Sumbar juga menyerahkan kepada penyidik apa motif pelaku sehingga terjadinya pembunuhan dan penyerangan terhadap Kapolres Solok Selatan AKBP Arief Mukti.

"Saya sudah rapat bersama Pak Kapolda, dapat juga informasi tentang apa yang terjadi beberapa hari terakhir. Tadi juga sudah melihat langsung pelaku yang mana pelaku menyampaikan beberapa hal yang tak mungkin saya sampaikan di sini," kata Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni bersama rombongan di Mapolda Sumbar awal pekan ini yang dimuat Hariansinggalang.

Lalu Sahroni menyebutkan, pada saat rapat bersama dengan kapolda dan seluruh kapolres di Sumbar, dirinya mendengarkan langsung kapolda memerintahkan kepada seluruh kapolres untuk melakukan tindak penegakkan hukum kepada illegal mining di Sumbar.

"Itu disambut oleh kapolres dengan siap atas perintah Pak Kapolda. Apresiasi buat Kapolda memerintahkan itu secara langsung dihadapan kami," ujar Sahroni.

Dijelaskannya, Komisi III yang datang hari ini adalah melakukan pertanyaan apa yang terjadi untuk disikapi oleh pelaku. Dirinya tidak bisa menyebutkan apa yang ditanyakan kepada pelaku yang berada di dalam sel.

"Itu hanya bisa dilakukan penyidik selaku penerapan tindak pidana yang dilakukan yang bersangkutan. Minimal, pesan kami-kami ini semua datang ke sini, ingin masalah ini disikapi dengan lugas," katanya.

"Saya minta sama Pak Kapolda tadi bersama jajaran untuk menutup semua ilegal mining yang ada di Sumatera Barat, siapapun dan apapun yang ada di lapangan segera tindak lanjuti, karena ini adalah perintah Presiden langsung dan perintah itu disikapi oleh Pak Kapolda," sambung dia.

Dia mengapresiasi kapolda dan jajaran yang tegak lurus dalam menangani perkara ini. Sahroni juga berharap semua yang terkait dengan apa yang terjadi di Solok Selatan diperiksa agar terang benderang apa yang terjadi.

"Kita tunggu Pak Kapolda menyampaikan apa hal yang akan dilakukan selanjutnya. Kita berharap kami pulang ke Jakarta Pak Kapolda menyikapi apa-apa yang bisa dikerjakan Pak Kapolda," ujarnya.

Dia mengatakan, illegal mining dan galian C dua-duanya pada porsi yang sama. Kapolda sudah perintahkan tadi kepada kapolres yang terjadi di lapangan. Jangan sampai ada kejadian pada hal-hal yang tidak tahu prosesnya. 

"Biarlah kapolda yang menyampaikan itu secara langsung, biarlah tim bekerja untuk apa yang harus dilakukan sesuai aturan yang berlaku," ujarnya lagi.*