Terminal Payung Sekaki Alami Lonjakan Jumlah Penumpang Selama Arus Mudik

4 April 2025
Bus penumpang di Terminal Bandar Raya Payung Sekaki

Bus penumpang di Terminal Bandar Raya Payung Sekaki

RIAU1.COM - Selama arus mudik Idulfitri 1446 Hijriah, Terminal Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) yang berada di Jalan Tuanku Tambusai, Labuh Baru Barat, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru,  mengalami lonjakan.

Terminal yang juga dikenal sebagai Terminal AKAP ini menjadi pusat mobilitas pemudik di Pekanbaru.

Dari data terbaru berdasarkan catatan Pengelola Terminal BRPS Pekanbaru menunjukkan, jumlah penumpang yang melintasi terminal ini selama periode mudik Lebaran 2025 mencapai 48.191 orang.

Dari jumlah penumpang yang hampir menyentuh 50 ribu tersebut, didominasi pemudik yang berangkat mencapai 38.000 orang.

Bambang Armanto, Petugas Wasatpel Terminal BRPS Pekanbaru, Jumat (4/4/2025) mengatakan mayoritas merupakan pemudik yang berangkat dari terminal tersebut pada rentang 24 Maret hingga 30 Maret 2025.

"Para penumpang berangkat dari H-7 hingga H-1 Lebaran dari Terminal Bus BRPS Pekanbaru. Pemudik dari Pekanbaru menuju berbagai daerah di Sumatera dan Jawa," jelas Bambang.

Untuk jumlah penumpang yang tiba di terminal ini, dikatakan Bambang, hanya sekitar 10.191 orang.

"Untuk kedatangan dalam periode mudik yang sama sekitar 10.191 orang, yang mayoritas menggunakan layanan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP)," tambahnya. 

Seluruh bus yang beroperasi dari Terminal BRPS telah menjalani ramp check untuk memastikan kelayakan kendaraan.

Bambang menegaskan, pemeriksaan tersebut mencakup bus AKAP maupun AKDP (Antar Kota Dalam Provinsi).

"Untuk menjamin keselamatan penumpang selama perjalanan, kami pastikan seluruh bus memenuhi standar sebelum diberangkatkan, termasuk kondisi mesin, rem, dan kelengkapan keselamatan," tambahnya. 

Dikatakan Bambang, untuk proses pemberangkatan sejauh ini tidak ada kendala, tidak ada penumpukan penumpang di terminal BRPS.

“Sampai hari ini tidak ada penumpukan penumpang dan berjalan lancar. Kita juga dibantu sama stakeholder terkait baik itu dari Dinkes, Dinsos, dan TNI/Polri, tahun ini alhamdulillah lancar," tukas Bambang.

Selama pos pelayanan didirikan pun, tidak ada aduan khusus yang diterima para petugas.

“Di pos pelayanan sampai hari ini tidak ada masalah, kalaupun ada pengaduan paling soal bus kok belum ada, itu karena terlambat satu atau dua jam karena mereka harus diservis dan dites kelayakan kendaraan nya sebelum berangkat," tutup Bambang. *** (Rey)