Inflasi Kampar dan Dumai Masih Tinggi, Mendagri: Tolong Diintervensi

Inflasi Kampar dan Dumai Masih Tinggi, Mendagri: Tolong Diintervensi

25 Juni 2024
Mendagri, Tito Karnavian

Mendagri, Tito Karnavian

RIAU1.COM - Rapat koordinasi pengendalian inflasi mingguan yang diikuti oleh seluruh kepada daerah se Indonesia secara virtual awal pekan ini dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian.

Mendagri menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kinerja semua pihak yang terus berupaya mengendalikan inflasi di masing-masing daerah. 

Akan tetapi, dia meminta bagi daerah yang inflasinya masih cukup tinggi agar terus melakukan intervensi dan rapat internal untuk mengatasi kenaikan inflasi di wilayahnya. 

"Daerah yang masih tinggi tolong rapat koordinasi dan intervensi. Bagi daerah yang inflasinya terkendali, saya ucapkan terima kasih,"kata Tito.

Mendagri melanjutkan, angka inflasi yang cukup tinggi pada bulan Mei lalu yaitu di Kabupaten Nabire, Minahas Selatan, Kampar, Kabupaten Gorontalo, Minahasa Utara, Tou Tou, Pasaman Barat, Karo, Labuhan Batu, dan Aceh Tengah. 

Kemudian untuk 10 kota yang inflasinya tinggi diantaranya, Ambon, Padangsidimpuan, Sibolga, Medan, Dumai, Pematang Siantar, Batam, Bukittinggi, Tual, dan Padang. 

"Mohon inflasi ini menjadi perhatian kita bersama," kata dia.

Selanjutnya Plt Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti menambahkan, bahwa untuk angka inflasi paruh pertama semester pertama  2024 sampai dengan bulan Mei adalah sebesar 1,68 persen, dengan rentang 2,5 persen.

Maka sebutnya, angka inflasi di Indonesia pada semester satu tahun 2024 ini masih cukup terkendali. 

Akan tetapi dia juga mengingatkan semua kepala daerah agar terus waspada terhadap perkembangan harga yang dapat menyebabkan naiknya inflasi di masing-masing daerah. 

"Berdasarkan pantauan harga minggu ketiga Juni 2024 ini beberapa komoditas pangan yang harganya meningkat dan perlu diwaspadai karena penambahan jumlah kabupaten kota yang mengalami kenaikan harga adalah cabai merah dan cabe rawit," tukasnya.*