Program Riau Hijau Disebut Sebagai Komiten Pengendalian Dampak Perubahan Iklim

21 Mei 2021
Wagubri, Edy Natar

Wagubri, Edy Natar

RIAU1.COM - Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen untuk menanggulangi permasalahan global dunia saat ini, yaitu pengendalian dampak perubahan iklim.

Demikian dikatakan Wakil Gubernur Riau, Edy Natar saat menjadi narasumber dalam webinar yang mengusung tema "New Model Transparansi Sumber Daya Alam (SDA) Melalui Satu Data Indonesia" di Ruang Rapat Rumah Dinas Wagubri, Jumat 21 Mei 2021.

Hal tersebut, kata dia, sejalan dengan misi kedua dalam rencana pembangunan jangka menengah Provinsi Riau Tahun 2019 - 2024 yaitu mewujudkan pembangunan infrastruktur daerah yang merata, berwawasan lingkungan dan berkelanjutan dengan tujuan mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan atau Riau Hijau.

"Dengan melalui peningkatan indeks kualitas lingkungan hidup dan juga menurunkan penurunan emisi gas rumah kaca," ujar Wagubri.

Riau Hijau sebutnya, didefinisikan sebagai upaya optimalisasi pengelolaan SDA untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Riau.

Dengan memenuhi kebutuhan pembangunan berkelanjutan melalui pendekatan sektoral diantaranya seperti sektor kehutanan, lahan gambut dan blue karbon, sektor pertanian, sektor energi dan transportasi serta sektor pengelolaan limbah.

"Untuk itu penyusunan Riau Hijau tentu tidak hanya melibatkan pemerintahan saja akan tetapi juga pelaku usaha dan lembaga sosial masyarakat, CSO dan tokoh masyarakat," tuturnya.

Kemudian, ia mengatakan hal yang menjadi rencana aksi pada program Riau Hijau ini yaitu meningkatkan pengendalian kerusakan dan pencemaran lingkungan hidup, meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya alam, dan meningkatkan bauran energi dari sumber daya energi terbarukan.

Selain itu, Provinsi Riau untuk mendukung program satu data Indonesia, Pemprov Riau telah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2019 terkait Satu Data Satu Peta Provinsi Riau.

"Ke depannya diharapkan Forum Riau Hijau dapat berkolaborasi dengan satu data Provinsi Riau juga diharapkan seluruh informasi dapat mudah diakses serta dapat dikomunikasikan secara luas," terang Edy Natar.**