Selain Covid-19, Karhutla Masih Dinilai Mengancam Riau

Selain Covid-19, Karhutla Masih Dinilai Mengancam Riau

4 Agustus 2020
Ilustrasi (net)

Ilustrasi (net)

RIAU1.COM - Gubernur Riau Syamsuar berharap pandemi covid-19 yang terjadi di "Bumi Lancang Kuning" tak diperparah dengan bencana asap.

Karena itu, Gubri mengajak agar masyarakat di wilayah setempat tidak melakukan pembakaran lahan yang dapat mengakibatkan bencana asap seperti tahun-tahun sebelumnya. Ia pun menegaskan bahwa status siaga darurat Karhutla di Provinsi Riau hingga saat ini masih berlangsung, sampai dengan tanggal 31 Oktober 2020 mendatang.

"Status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau masih berlangsung, dari tanggal 11 Februari 2020 hingga 31 Oktober nanti, kami harapkan jangan sampai ada warga kita yang membakar. Lebih baik kita mencegah dari pada melakukan penanggulangan yang begitu sulit," kata Gubri saat menghadiri kegiatan penanaman mangrove di Kota Dumai, Senin 3 Agustus 2020.

Syamsuar berharap, bencana Karhutla yang nyaris rutin terjadi setiap tahun, tidak lagi terjadi. Apalagi Pemerintah Provinsi Riau dan instansi terkait saat ini pun tengah bahu-membahu untuk menangani pandemi covid-19. Pasalnya, kedua bencana tersebut merupakan ancaman yang nyata dan dapat sangat merugikan masyarakat, baik dari segi kesehatan maupun ekonomi.

"Sebab kalau terjadi kebakaran hutan dan lahan seperti tahun lalu. Kesemuanya ini sama sasarannya, paru-paru. Covid-19 juga sasarannya paru-paru," terang Gubri.

"Coba bayangkan, dengan suasana yang sama, kita dihadapkan dengan Karhutla dan Covid-19. Sekarang kalau masuk rumah sakit bagaimana jadinya, dua kali lipat. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti itu, tapi ini juga kita harus jaga bersama," tuturnya.