Selasa, 22 Oktober 2019

RIAU

Tanggapi Pernyataan Wiranto, Marwan Yohanis: Sudah Banyak Korban, Mau Parah Bagaimana Lagi

news24xx


Kabut asap selimuti Riau (foto: dok/riau24group) Kabut asap selimuti Riau (foto: dok/riau24group)

RIAU1.COM - Anggota DPRD Riau, Marwan Yohanis menyebut peryataan Menko Polhukam, Wiranto tentang kabut asap di Riau tidak parah seperti apa yang diberitakan, itu bertolak belakang dengan yang sebenarnya terjadi di Riau.

"Apa yang tidak parah kita (Riau) sudah banyak berjatuhan korban, mau parah bagaimana lagi, kan sudah dilihat kemarin waktu kunjung ke Riau," kesalnya.

Menurut politisi Gerindra itu, yang parah ialah mental Wiranto dalam menyikapi permasalahan kemanusiaan yang membiarakan kondisi seperti ini. Serta tidak adanya empati pusat terhadap Riau yang tertimpa kabut asap karena pembiaran dan sebagainya.



BACA JUGA : Besok Universitas Lancang Kuning Miliki Rektor Baru

Iklan Riau1

"Jadi kita minta harus ada langkah-langkah kongkrit dari pemerintah pusat terkait karlahut ini, contohlah yang dilakukan Anies Baswedan apa yang dirasakan masyarakat dia langsung bertindak," ujarnya.

"Dan kita sebagai legislatif ini hanya mampu mendorong dan mengimbau, sementara yang eksekutor itu adalah eksekutif baik dari pusat maupun daerah," sambungnya.

Marwan melanjutkan, intinya masalah yang menyangkut kemanusiaan ini yaitu rasa empati yang diperlukan. Sesuai apa yang ada dalam pancasila kemanusiaan yang beradab. "Tapi nilai kemanusiaan pusat terhadap Riau yang terpapar kabut asap ini mana," pungkasnya.



BACA JUGA : Meskipun Keran CPNS Dibuka, Pemda Riau Sebut Tak Mampu Tutupi Kebutuhan Pegawai

Seperti yang diketahui, Menko Polhukam, Wiranto menyebut kabar mengenai dampak karlahut berbeda dengan realitas yang ditemukan di lapangan. Menurut Wiranto, jarak pandang di lokasi masih baik. 

"Saudara sekalian kemarin ketika saya mengunjungi bersama presiden, antara realitas yang dikabarkan dengan realitas yang ada itu sangat berbeda. Dan ternyata kemarin waktu kita di Riau, itu tidak separah yang diberitakan," ucapnya.

"Jarak pandang masih bisa, pesawat mendarat masih bisa, masyarakat juga belum banyak yang pakai masker dan sebagainya," kata Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, dilansir Detik.com, Rabu 18 September 2019.





Loading...