Jumat, 23 Agustus 2019

POLITIK

Banyak Tawaran dari Kubu Seberang, BPN Sebut Sandiaga Tidak Tertarik dengan Tawaran Jabatan Apapun

news24xx


Pasangan calon presiden-wakil presiden, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, saat menolak hasil rekapitulasi KPU dan memutuskan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Foto: Antara. Pasangan calon presiden-wakil presiden, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, saat menolak hasil rekapitulasi KPU dan memutuskan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Foto: Antara.

RIAU1.COM -Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terbuka apabila ada wacana pertemuan dengan Jokowi-Ma'ruf. Namun, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak ingin berkompromi terkait fakta dan data tentang dugaan kecurangan yang terjadi di Pemilu Presiden  2019.

"Pada prinsipnya bertemu itu tidak masalah, silahkan saja. Catatan yang disampaikan Prabowo-Sandi, keduanya tidak ingin berkompromi terkait fakta dan data kecurangan," kata Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandi, Dahnil Simanjuntak dikutip dari Antara, Kamis (23/5/2019).

Hal yang disuarakan Prabowo-Sandi terkait dugaan kecurangan Pilpres 2019, bukan terkait menang atau kalah. Namun, bagaimana memperbaiki kualitas demokrasi yaitu tidak ada ruang untuk kompromi terkait fakta dan data dugaan kecurangan.



BACA JUGA : PAN Tak Masuk Kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin, Amin Rais: Melegakan

Ia menilai secara pribadi antara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dengan Jokowi-KH Ma'ruf Amin tidak ada konflik.  Karena yang terjadi Pilpres adalah murni kompetisi. Sehingga kalau ada pertemuan kedua belah pihak, bukan suatu persoalan.

"Kalah bertemu ya silahkan, rumah Pak Prabowo terbuka kapan saja. Pak Jokowi tahu nomor telepon Pak Prabowo," ujarnya.



BACA JUGA : Sudah Positif, Menteri Sofyan Djalil Pastikan Ibu Kota Negara Dipindahkan ke Kalimantan Timur

Karena itu dia menilai pertemuan kedua tokoh nasional itu merupakan hal yang mudah. BPN tidak mau pertemuan tersebut hanya sekedar formalitas persepsi politik.

Prabowo menghindari persepsi politik bahwa ada lobi-lobi politik dalam pertemuan itu. Apalagi, pertemuan kedua belah pihak sampai dipersepsikan adanya bagi-bagi jabatan.

"Banyak sekali tawaran jabatan untuk Prabowo dan Sandiaga. Tapi, Sandiaga berulang kali menyebutkan tidak akan tertarik dengan tawaran jabatan apapun," ungkap Dahnil.