Selasa, 25 Juni 2019

POLITIK

Unjuk Rasa di Bawaslu Rusuh, 20 Orang Ditangkap

news24xx


Salah seorang Pengunjuk rasa yang ditangkap aparat Kepolisian, Rabu dini hari.  Salah seorang Pengunjuk rasa yang ditangkap aparat Kepolisian, Rabu dini hari.

RIAU1.COM - Unjuk rasa di sekitar Bawaslu RI berakhir rusuh. Pengunjuk Rasa bentrok dengan aparat. 

Aparat menembakkan puluhan gas air mata karena massa tidak mau membubarkan diri, Rabu, 22 Mei 2019 dinihari. 

Dalam kerusuhan itu, sekitar 20 orang ditangkap oleh aparat Kepolisian. 

Mereka diamankan ke Mapolda Metro Jaya.



BACA JUGA : Akhirnya MK Percepat Pembacaan Putusan Jadi Kamis, 27 Juni

 

Seperti dilansir Antara, di Jakarta, Rabu dini hari, ada belasan massa aksi yang diangkut ke sebuah mobil tahanan polisi.

Dari informasi yang beredar, massa tersebut akan dibawa ke Mapolda Metro Jaya dan yang luka akan dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Belasan orang yang diamankan petugas tersebut, menambah jumlah orang yang diamankan sebelumnya, berdasarkan informasi yang beredar sebanyak 20 orang sudah ditangkap. 

Sebelumnya, setelah sempat membubarkan diri sejak pukul 20.30 WIB, Selasa malam, massa ada yang kembali berkonsentrasi dan berorasi di depan Gedung Bawaslu pada pukul 21.30 WIB. Usai sholat Tarwih. 

Namun bukan hanya orasi, para peserta aksi demonstrasi juga sempat merusak pagar barikade.

Sekitar pukul 22.15 WIB, massa dimediasi oleh Wakapolres Jakarta Pusat AKBP Arie Ardian, namun massa terus bersikap provokatif bahkan menantang petugas.

Akhirnya, sekitar pukul 22.35 WIB polisi menindak tegas dengan melakukan penghalauan massa ke arah Jalan Wahid Hasyim.

Aktivitas demonstrasi di depan Bawaslu-pun akhirnya dapat dibubarkan seluruhnya pada pukul 22.45 WIB dan massa berkumpul, serta bertahan di Jalan Wahid Hasyim (arah Tanah Abang dan Gondang Dia), Bundaran HI, juga ke arah Monas.

Kepada massa yang bertahan tersebut, polisi sempat memberi peringatan membubarkan diri hingga tiga kali, namun setelah peringatan tersebut tidak diindahkan dan massa tetap bertahan di posisinya masing-masing.

Akhirnya puluhan kali suara tembakan gas air mata terdengar untuk membubarkan massa. Suasana pun mencekam. 



BACA JUGA : Penangguhan Dikabulkan, Eggi Sudjana Wajib Lapor Seminggu Dua Kali

 

Suara tembakan tersebut berasal dari senapan pelontar gas air mata. Akhirnya setelah tembakan tersebut massa dapat dipukul mundur beberapa ratus meter menjauh.

Dari informasi yang didapatkan di lokasi massa dipukul mundur ke Underpass Pasar Grosir Tanah Abang, Gondang Dia, Jalan Sabang dan Bundaran HI.

Bahkan beberapa kelompok massa sudah menggunakan batu dan bom molotov untuk menahan laju petugas keamanan. Terlihat beberapa kali mobil ambulans juga lalu lalang saat kejadian tersebut.

R1/Hee