Pleno KPU Jateng, Jokowi-Ma'ruf Menang Telak 16,8 Juta Suara, Prabowo-Sandi 4,9 Juta

Petugas PPK merekap suara di Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.
RIAU1.COM - Hasil Rapat Pleno Rekapitulasi suara KPU Provinsi Jawa Tengah, telah usai, ditandai dengan diketuknya palu persidangan rapat pleno terbuka di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng, Semarang, Minggu (12/5/2019) dinihari.
Total suara yang masuk tercatat sebanyak 22.376.472. Dari jumlah itu, sebanyak 606.514 surat suara dinyatakan tidak sah.
Dari hasil rekapitulasi, calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin menang telak dengan meraih 16.825.511 suara atau 75,19 persen suara.
Sementara itu, pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno memperoleh 4.944.447 suara atau 22,09 persen suara.
Seperti dilansir bisnis.com, Minggu, Ketua KPU Jateng Yulianto Sudrajat mengatakan proses rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perolehan suara Pemilu 2019 sudah digelar sejak Senin (6/5).
Rekapitulasi dilakukan secara maraton tanpa jeda, hanya istirahat untuk salat dan buka puasa.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya Pemilu daerah Jateng. Semoga hasil malam ini menjadi bukti bahwa Pemilu di Jateng berkualitas dan bermartabat, aman, nyaman, dan kondusif," ucapnya.
Yulianto juga mendedikasikan hasil Pemilu di Jateng kepada seluruh masyarakat, khususnya para petugas Pemilu yang meninggal dunia.
"Pemilu ini kami dedikasikan kepada kawan-kawan kami yang telah meninggal dunia. Sampai hari ini, ada 97 petugas Pemilu di Jateng yang gugur. Kami dalam posisi berduka, tapi bagaimanapun proses ini harus tetap berjalan," tegasnya.
Sementara itu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyampaikan kelegaannya karena semua proses Pemilu di provinsi itu berlangsung sukses dan aman.
"Saya terus memantau sejak awal, laporan terus diberikan dan alhamdulillah sekarang sudah digetok. Semua berjalan relatif tidak ada yang ribut, tidak ada yang ramai, dan semua berjalan lancar. Mudah-mudahan ini jadi contoh berdemokrasi dengan adem, ayem, dan semua menerima dengan sikap yang ksatria," ucapnya.
Pihaknya juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah membuat proses Pemilu di Jateng berjalan baik.
Ganjar juga mengatakan turut berduka atas meninggalnya para petugas Pemilu dalam pesta demokrasi kali ini.
Menanggapi isu tentang maraknya ketidakpercayaan masyarakat kepada KPU, dia menerangkan pihak-pihak terkait mesti menggunakan mekanisme yang ada.
Jika seseorang melihat ada sesuatu yang tidak benar, maka sebenarnya tugasnya adalah menunjukkan hal itu.
"Secara konstitusional semua sudah diatur, kalau ada pelanggaran laporkan ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu). Kalau ada yang tidak terima dengan hasil ini, ada lembaga banding dan silakan menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK)," tegas Ganjar.
R1/Hee