Kamis, 23 Mei 2019

POLITIK

BPN Sebut Saat Ini Bukan Waktu yang Tepat Bagi Jokowi untuk Temui Prabowo

news24xx


Capres nomor urut 02 Prabowo memeluk capres nomor urut 01 Jokowi saat acara Deklarasi Pemilu Damai. Foto: AFP. Capres nomor urut 02 Prabowo memeluk capres nomor urut 01 Jokowi saat acara Deklarasi Pemilu Damai. Foto: AFP.

RIAU1.COM -Sejumlah tokoh seperti Wapres Jusuf Kalla, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie, hingga pimpinan ormas Islam, berharap agar Jokowi menemui Prabowo secara langsung. Pertemuan itu untuk rekonsiliasi setelah Pilpres 2019.

Dilansir dari Kumparan.com, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) 02 Prabowo-Sandi Priyo Budi Santoso menanggapi usulan tersebut. Dikatakannya, rekonsiliasi adalah suatu kewajiban. Namun Priyo meminta agar pertemuan itu dilakukan setelah penetapan pemenang Pemilu 22 Mei mendatang. 

"Rekonsiliasi itu keniscayaan itu adalah keharusan yang dilakukan elemen bangsa dan momen yang tepat adalah setelah semua nanti ketok palu dari KPU," kata Priyo di Kantor KPU Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (25/4/2019).

Saat ini bukan waktu yang tepat bagi Jokowi untuk menemui Prabowo. Terlebih jika pertemuan itu dilakukan dengan mengutus orang lain yaitu Luhut Pandjaitan.



BACA JUGA : Memanas, Massa Aksi Membakar Ban di Jalan KS Tubun

"Kami berpendapat mungkin tidak diperlukan adanya pertemuan dengan utusan. Lebih baik nanti pada momentum yang tepat kedua pemimpin baik Jokowi Prabowo akan ketemu dan biarkan dipublish publik enggak perlu lewat perantara," tegas Priyo. 

Kini, Prabowo tengah fokus memberikan arahan kepada seluruh relawan yang tersebar di 34 provinsi untuk mengawal proses pengitungan dan rekapitulasi suara. Sehingga, ia mengatakan tidak mungkin rekonsiliasi dilakukan dalam waktu dekat ini.

"Sekarang Prabowo concern fokus untuk termasuk gerakan fokus mengawal C1 dan sekarang beliau memilih menjaga moral militansi dan perjuangan relawan se-Indonesia untuk menjaga suasana batin sehingga pertemuan yang belum dipandang perlu enggak perlu," sebut Priyo.



BACA JUGA : Aparat Brimob Tembakkan Peluru Karet Bubarkan Massa di MH Thamrin

Capres nomor urut 01 Joko Widodo telah mengutus Luhut Binsar Pandjaitan untuk bertemu dengan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Pertemuan itu dimaksudkan untuk meredam tensi politik setelah Pemilu 2019. 

Namun pertemuan itu batal terlaksana. Prabowo saat itu tengah dalam kondisi sakit sehingga mereka batal melakukan pertemuan. Namun Luhut sudah menghubungi Prabowo.

Sementara itu, soal ketok palu yang disebut Priyo, saat ini proses rekapitulasi suara masih berada di tingkat kecamatan. KPU akan menetapkan hasilnya pada 22 Mei, dan bisa digugat dalam 3 hari setelahnya.