Selasa, 23 Juli 2019

POLITIK

Sekjen PDIP Bela KPU, Takut Jokowi-Ma'ruf Amin Kalah

news24xx


Surat suara Pilpres pasangan 01 dan 02.  Surat suara Pilpres pasangan 01 dan 02.

RIAU1.COM - Sikapnya membela KPU. Padahal petugas KPU sudah mengakui salah memasukkan data Form C1 TPS di Situng KPU. 

Sikap Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto yang seolah-olah membela Komisi Pemilihan Umum (KPU) mendapat kritikan.

Hasto Kristiyanto dinilai takut pasangan Joko Widodo-Maruf Amin kalah di ajang Pilpres 2019.

Menurut Ketua Umum Benteng Prabowo, Syafti Hidayat, kesalahan input data perolehan suara capres-cawapres di aplikasi Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) sangat menguntungkan kubu 01 Jokowi-Ma’ruf dan merugikan kubu 02 Prabowo-Sandiaga.



BACA JUGA : Tak Tanggung-tanggung, Fahri Hamzah Ajukan Penyitaan Aset Lima Petinggi PKS Senilai Rp 30 Miliar

 

"Yang pasti petahana yang dibela Hasto takut kalah dalam Pemilu dan Pilpres," katanya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (19/4).

Sementara itu Perlu diketahui, KPU sudah mengakui bahwa sejauh ini ada 9 tempat pemungutan suara (TPS) yang petugasnya salah menginput data C1. TPS itu tersebar di beberapa provinsi, di antaranya 1 TPS di Maluku, NTB, Jawa Tengah, Riau dan Jakarta Timur dan lain-lain.

Namun bukannya mengritisi kesalahan dari KPU, Hasto malah seakan membela dengan mengatakan kalau kesalahan input itu hanyalah kesalahan dalam teknis perhitungan.



BACA JUGA : Sebelum Bertemu Jokowi di MRT, Prabowo Usul Ibu Kota Dipindah ke Jonggol

 

Syafti pun mempertanyakan kewenangan Hasto dalam mengeluarkan pernyataan semacam itu.

"Hasto tak boleh campuri yang bukan urusannya. Urusan KPU biarlah KPU yang mengurus," pungkas Syafti yang juga Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDem) ini.

R1/Hee