
Kepala Disdalduk KB Pekanbaru M Amin. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru terus berkomitmen menekan angka stunting di wilayahnya melalui program inovati Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) yang kembali digalakkan pada bulan Agustus ini. Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam upaya penanggulangan stunting, yang masih menjadi tantangan serius di berbagai daerah.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk-KB) Kota Pekanbaru Muhammad Amin, Minggu (18/8/2024) menjelaskan bahwa tahap pertama program BAAS sudah dimulai sejak awal Agustus. Saat ini, beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masih dalam proses menyerahkan bantuan kepada anak-anak asuh stunting mereka.
"Program Bapak Asuh Stunting ini melibatkan wali kota, sekda, seluruh pimpinan OPD, serta para camat. Masing-masing mereka bertanggung jawab membantu satu anak stunting selama enam bulan, dengan memberikan bantuan berupa makanan bergizi," ujarnya.
Sekretaris Disdalduk KB Pekanbaru, Mawardi menambahkan berdasarkan data awal, terdapat 227 kasus stunting di Pekanbaru. Setelah dilakukan validasi oleh tim, hanya 165 anak yang dinilai layak menerima bantuan.
"Sebagian dari anak-anak tersebut tidak dimasukkan dalam penerima bantuan. Karena kondisi ekonomi orang tua yang tergolong mampu," ungkap Mawardi.