Kamis, 14 November 2019

PEKANBARU

Pemko Pekanbaru Belum Punya Peta Drainase dan Sungai, Titik Banjir Hanya Dikira-Kira

news24xx


Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution. Foto: Surya/Riau1. Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution. Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Pemko Pekanbaru ternyata tak memiliki peta drainase dan sungai selama ini. Akibatnya, lokasi yang rawan banjir hanya berdasarkan perkiraan semata.

"Sekarang, kami sedang menyusun peta drainase dan sungai. Peta ini akan menjadi perhatian kami dimana di titik-titik yang biasa banjir," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution, Selasa (15/10/2019).

Dengan dibuatnya peta drainase dan sungai, maka konsultan bisa memberikan solusi. Diharapkan, peta drainase dan sungai itu selesai akhir tahun ini.



BACA JUGA : Program Tol Laut Dituding Memonopoli, Menhub Dikritik Habis-Habisan oleh Komisi V DPR

Iklan Riau1

"Titik-titik rawan banjir itu terdapat di depan Rumah Sakit Awal Bros, di depan Telkomsel, sepanjang Jalan Arifin Ahmad, dan Jalan Garuda Sakti. Permasalahannya, Jalan Garuda Sakit itu merupakan jalan nasional," ungkap Indra Pomi.

Meski begitu, pembersihan drainase di jalan nasional itu tetap dibersihkan. Ke depan, Dinas PUPR Pekanbaru akan berkoordinasi dengan Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) supaya bisa dianggarkan pembersihan drainase.



BACA JUGA : Proyek IPAL Bikin Resah Warga Pekanbaru, Kemen PUPR Akan Tutup Bekas Galian dengan Aspal

"Dengan adanya peta drainase dan sungai nanti, kami sudah tahu titik-titik banjir berskala prioritasnya. Kalau sekarang kami tidak begitu. Kami hanya mengira-ngira titik banjir itu," ucap Indra Pomi.

Jika sudah ada peta drainase dan sungai, maka rencana penanganan banjir bisa dimatangkan. Karena, titik banjir yang akan ditangani sudah diketahui.

"Anggarannya tak bisa ditambah tahun depan karena APBD 2020 sudah disahkan. Kami gunakan yang ada dahulu," sebut Indra Pomi.





Loading...