Dishub Pekanbaru dan Ditlantas Polda Riau Siapkan Jalur Alternatif untuk Arus Balik Lebaran dari Sumbar

Plt Kepala Dishub Pekanbaru Yuliarso. Foto: Surya/Riau1.
RIAU1.COM -Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru dan Direktorat Lalu Lintas Polda Riau sudah menyiapkan jalur alternatif untuk arus balik Lebaran nanti. Jalur alternatif ini guna mengurai kemacetan di Jalan Lintas Sumatera Barat (Sumbar)-Pekanbaru, tepatnya di Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kota Pekanbaru Yuliarso kepada wartawan di halaman Rumah Sakit Eka Hospital, beberapa hari lalu, mengatakan, kepadatan kendaraan saat arus balik Lebaran dari Sumbar ke Pekanbaru akan diantisipasi. Hal ini sudah dibahas dengan Forum Lalu Lintas Provinsi Riau yang dipimpin oleh Direktur Lalu Lintas Polda Riau.
"Kami ada catatan beberapa tahun belakangan saat mudik dan balik di Jalan Lintas Sumatera Barat-Pekanbaru yakni di Kecamatan Tambang, Kampar. Kemacetannya luar biasa panjang," ungkapnya.
Solusinya, arus kendaraan dari Sumbar akan diarahkan ke jalur alternatif di Jalan Bupati sekitar 30 kilometer sebelum Danau Buatan atau setelah Sungai Pinang, Kecamatan Tambang. Jalur alternatif ini menuju ke Jalan Kubang Raya (pertigaan Batalion Artileri Pertahanan Udara Sedang 13, Kubang, Pekanbaru).
"Setelah di Kubang Raya, pengendara dapat memilih jalan ke Jalan Soebrantas (Panam) atau memilih Jalan Kaharuddin Nasution (arah Kampus UIR). Jadi, banyak pilihan jika sudah sampai ke Kubang Raya," sebut Yuliarso.
Jalur alternatif ini merupakan solusi bila kemacetan panjang terjadi di Jalur Lintas Sumbar-Pekanbaru itu. Hal ini juga sudah dirapatkan dengan Pemkab Kampar.
Perlu diketahui, jalan di jalur alternatif ini cukup bagus. Panjang jalan alternatif sekitar 25 kilometer.
"Pengemudi jangan berpikiran cepat sampai di tujuan. Tapi, pengemudi harus berpikir bahwa perjalanan yang ditempuh nyaman, selamat, dan lancar," ucap Yuliarso.
Kalau semua kendaraan menumpuk di satu jalur (Jalan Lintas Sumbar-Pekanbaru di Kecamatan Tambang), tentu akan terjadi perlambatan atau kemacetan. Meski agak lama tiba di Pekanbaru, hal yang terpenting para pengemudi tidak terjebak kemacetan yang lama.