Selasa, 20 Agustus 2019

PEKANBARU

Bisnis Online Shop di Pekanbaru Terdampak Akibat Pembatasan Akses Medsos dan WhatsApp

news24xx


Ilustrasi (Int) Ilustrasi (Int)

RIAU1.COM -Kebijakan pemerintah Indonesia yang sementara waktu membatasi penggunaan Media Sosial (Medsos) pasca kericuhaan 22 Mei 2019, ternyata cukup berdampak bagi masyarakat, terutama yang aktif berselancar di dunia maya.

Tren penggunaan Medsos untuk berbisnis secara online pun turut terimbas. Salah satunya seperti yang dirasakan Novi, pebisnis online shop di Kota Pekanbaru, Riau. Ia mengakui, ada penurunan omzet pascakebijakan diberlakukan.

Novi mengaku merugi hingga Rp5 juta, lantaran akses media sosial (medsos) miliknya tak bisa digunakan secara maksimal. Sementara ia mengaku bergantung dengan kehadiran Medsos, untuk mempromosikan jualannya, seperti memanfaatkan Facebook, Instagram hingga Twitter.



BACA JUGA : Hasil Lobi Pimpinan DPRD ke Wali Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan Didepak dari Jabatan Sekwan Hari Ini

Kondisi itu kian pelik, setelah aplikasi chatting WhatsApp juga turut masuk dalam pembatasan oleh pemerintah. Novi yang biasanya berjualan online berupa tas, aneka kue-kue, handphone sampai aksesori, harus gigit jari.

"Kalau ditanya rugi kisaran Rp5 jutaan lah. Soalnya kita begitu bergantung dari media sosial dan WhatsApp," jelasnya, Kamis, 23 Mei 2019.

Promo-promo yang biasa dilakukan via Medsos terpaksa harus terhenti. Seperti mengunggah gambar, video bahkan tulisan yang rutin dilakukannya.



BACA JUGA : Semarak HUT ke-74 RI, Yayasan Hemadhiro Mettavati Gelar Pesta Rakyat di Okura Rumbai

Dampak yang dirasakannya itu mulai terjadi sejak kebijakan diberlakukan. Bahkan diakuinya, hingga Kamis sore akses media sosialnya juga belum dapat dibuka sempurna.

Lain Novi lain pula Prima Deviska. Pedagang skin care and herbal, SR12 Panam Pku ini mengaku tidak terlalu terpengaruh dari dampak pemblokiran tersebut.

Itu semua karena dirinya sudah memiliki pelanggan tetap sehingga tidak membutuhkan promo rutin melalui media sosial.

"Gak terlalu terpengaruh ya. Soalnya konsumen tetap sudah ada. Untuk yang baru biasanya menghubungi kemudian transfer dana. Barang langsung kita kirim," jelasnya. 


Penulis: Azhar