Selasa, 18 Juni 2019

PEKANBARU

Kasus Tertinggi DBD Didapati di Wilayah Pusat Kota Pekanbaru Bulan Ini

news24xx


Ilustrasi anak menderit penyakit DBD karena nyamuk Aedes Aegypti. Ilustrasi anak menderit penyakit DBD karena nyamuk Aedes Aegypti.

RIAU1.COM -Kecamatan Sukajadi masih menjadi wilayah yang rawan dengan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Kasus DBD di wilayah pusat kota ini selalu tertinggi daripada wilayah pinggiran kota.

"Wilayah yang tertinggi penyebaran DBD kami dapati di Kecamatan Sukajadi," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru Maisel Fidayesi, Sabtu (18/5/2019).

Meski kasus DBD di Sukajadi tinggi setiap bulan, namun penderita tidak ada yang meninggal dunia. Bulan ini, kasus DB di Sukajadi didapati 34 kasus.



BACA JUGA : Gubernur Riau Dukung Kebutuhan Pemko Pekanbaru Atasi Banjir Kiriman dari Sungai Bintungan Kampar

Kasus DBD juga didapati di sebelas kecamatan lain seperti Senapelan 11 kasus, Pekanbaru Kota 4 kasus, Rumbai Pesisir 10 kasus, Rumbai 9 kasus, Limapuluh 10 kasus, Sail 11 kasus, Bukit Raya 13 kasus, Marpoyan Damai 26 kasus, Tenayan Raya 16 kasus, Tampan 28 kasus, dan Payung Sekaki 31 kasus. Totalnya kasus DBD pada bulan ini mencapai 203 kasus.

Pada April lalu, seorang anak berusia 6 tahun meninggal dunia akibat penyakit DBD. Kasus ini terjadi di Kecamatan Sukajadi.



BACA JUGA : HUT Ke-235 Pekanbaru, Masyarakat Diajak Ikut Bersihkan Sampah di Sungai Siak

Dari segi usia, anak-anak lebih rentan dengan penyakit DBD. Berdasarkan data Dinkes Pekanbaru, 53 kasus DBD ditemukan pada anak usia 5-9 tahun. Sedangkan 41 kasus DBD ditemukan pada anak usia antara 10-14 tahun.

"Melihat tingginya kasus DBD di Pekanbaru setiap bulan, kami meminta masyarakat melakukan pencegahan dengan membersihkan lingkungan. Cuaca yang ekstrem menjadi penyebab tingginya kasus DBD," jelas Maisel.