
Foto usai banjir dan longsor melanda wilayah Kota Padang (Sumber: BNPB)
RIAU1.COM -Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Minggu (4/11/2018) malam merilis, dua orang menjadi korban pasca bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang, Sumatera Barat (sumbar).
Dua korban jiwa tersebut, masing-masing bernama Jihat Melani berusia enam tahun dan Pasilah Azham berumur sembilan tahun. Bocah ini menjadi korban setelah hanyut terbawa arus sungai, demikian data yang diperoleh dari BNPB.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan, banjir dan longsor terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi dan meluapnya Sungai Beringin yang mengalir ke Sungai Batang Arau serta Sungai Banda Bakali, di Kota Padang.
Sedikitnya 756 Kepala Keluarga (KK terdampak. "Satu KK / tiga jiwa mengungsi ketempat kerabat terdekat dan 29 KK terisolir akibat jembatan hanyut dan putus sehingga mencari alternatif jalan lain yang jauh dari pemukiman," ulasnya.
Selain itu, banjir juga merendam 1.400 unit rumah. Bahkan satu diantaranya hanyut dibaaa derasnya air. Selain itu, satu unit jembatan juga hanyut. "Satu unit jembatan gantung putus dan Jalan di Kelurahan Padang Besi - Beringin longsor dan menutupi sebagian badan jalan," tambahnya.
Kata Sutopo, BPBD Kota Padang beserta insan kebencanaan telah di lokasi guna melakukan monitoring dan evakuasi terhadap masyarakat terdampak. "Koordinasi juga dengan TNI, Polri, Damkar, Dinas PUPR, Dinas Sosial, Kecamatan, Kelurahan dan Relawan setempat untuk melakukan tindakan arahan serta pendataan," yakinnya.
"Upaya lain, pembersihan material lumpur sebagian rumah penduduk dan fasilitas umum, penyaluran bantuan makanan dan logistik oleh BPBD Kota Padang, Dinsos, Aparat Kecamatan serta Kelurahan," sambung Sutopo.
Minggu pagi tadi, tim BNPB tiba di Kota Padang dan langsung berkoordinasi sengan BPBD. Tim juga meninjau lokasi yang terdampak, di Kelurahan Baringin, di mana terdapat 29 KK terisolir akibat rusaknya jembatan.
Tim BNPB juga meninjau lokasi terdampak banjir di Kelurahan Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, di mana terdapat beberapa rumah rusak dan terendam lumpur. "Kondisi mutakhir, banjir telah surut dan jalan yang terdampak longsor sudah bisa dilalui kendaraan," singkatnya.