Senin, 18 November 2019

NASIONAL

Cerita Istri Sudjojono Yang Di Bui 13 Tahun Tanpa Bertemu Meja Hijau

news24xx


Ilustrasi penangkapan wanita dugaan terlibat G30S-PKI (Foto: Istimewa/internet) Ilustrasi penangkapan wanita dugaan terlibat G30S-PKI (Foto: Istimewa/internet)

RIAU1.COM - Fransiska Emanuela Sasmiati istri seniman Sudjojono menceritakan kisah kelam hidupnya saat ditangkap pada 23 November 1965 tanpa pernah merasakan keadilan.



BACA JUGA : Soal Sukmawati, Anwar Abbas: Jangan Karena Ingin Angkat Sukarno Tapi Menginjak Nabi Muhammad SAW

Iklan Riau1

Kisah hidupnya itu diluapkannya dalam buku yang berjudul Dari Kamp Ke Kamp: Cerita Seorang Perempuan dikutip dari nationalgeograpic.grid.id, Sabtu, 9 November 2019.

Kisahnya bermula tepat saat perayaan ulang tahun anak ketiganya. Orang-orang berbaju hitam yang turun dari truk mengobrak-abrik seisi rumahnya.

Dia dan anaknya diseret paksa diatas truk dan dipisahkan. Alasan penyeretan paksa ini lantaran dia dituduhan memberi tempat bersembunyi dan melindungi para oknum G30S-PKI.

Faktanya, Mia tidak tahu menahu terkait oknum-oknum tersebut serta tuduhan yang dilayangkan padanya.

“Saya tidak tahu-menahu tentang oknum-oknum apapun, Pak. Yang Bapak sebut oknum-oknum G30S-PKI itu hanya anak-anak, teman sekolah anak-anak saya. Di kampungnya sendiri mereka merasa terancam oleh sikap bermusuhan dari orang-orang sekitar. Lalu mereka datang ke rumah saya yang dirasa cukup aman, juga untuk menghindarkan diri dari pencidukan,” ujar Mia saat memberi keterangan pada pemeriksaan di pos polisi.

Polisi tak mendengar alasan apapun dari mulutnya. Selama 13 tahun Mia harus merasakan dinginnya enam penjara secara bergantian. Penyiksaan juga kerap ia terima.


BACA JUGA : Berkelamin Ganda, Seorang Warga di Surabaya Minta Izin Pengadilan Agar Disahkan sebagai Lelaku Tulen


Setelah mengelami beberapa perpindahan lokasi disertai penyiksaan, Mia bersama temannya dibebaskan pada 28 Juli 1978.





Loading...