Senin, 18 November 2019

NASIONAL

Rohana Kudus, Wartawan Wanita Pertama Yang Hobi 'Melahap' Buku Sejak Kanak-Kanak

news24xx


Rohana Kudus bersama murid-muridnya (Foto: Istimewa/histori.id) Rohana Kudus bersama murid-muridnya (Foto: Istimewa/histori.id)

RIAU1.COM - Rohana Kudus merupakan wartawan wanita pertama di Indonesia. Kepiawaiannya dalam urusan jurnalistik rupanya diawali dengan rajin membaca buku apa saja yang di jumpainya dikutip dari historia.id, Jumat, 8 Desember 2019.



BACA JUGA : Video Pramugara Lion Air Bantu Lansia Viral di Medsos, Ini Kata Manajemen

Iklan Riau1

Ceritanya bermula saat dia dilahirkan di Koto Gadang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada 20 Desember 1884. 

Sejak kecil Rohana tumbuh dalam keluarga moderat yang gemar membaca. Kebiasaan ini diwarisi oleh sang ayah Moehammad Rasjad Maharadja Sutan bekerja sebagai Hoofd Djaksa di pemerintah Hindia Belanda.

Sehingga ia mempunyai kesempatan untuk mengakses bacaan lewat buku, majalah, dan suratkabar. Hasilnya, di usia lima tahun Rohana sudah mengenal abjad latin, Arab, dan Arab Melayu meskipun tak mengenyam bangku sekolah formal.

Ketika Rohana berusia enam tahun, ayahnya pindah tugas ke Alahan Panjang sebagai juru tulis. Di sana ia bertetangga dengan Jaksa Alahan Panjang Lebi Jaro Nan Sutan.

Lantaran tak punya anak Rohana dianggap sebagai anak sendiri. Sehingga dia diajari baca, tulis, hitung.

Setelah dua tahun diajari, Rohana mampu menulis dalam huruf Arab, Arab Melayu, dan latin. Ia juga sudah bisa berbahasa Belanda di usia 8 tahun.

Untuk memperdalam kemampuan Rohana, ayahnya berlangganan buku dongeng anak terbitan Medan, Berita Ketjil, buku cerita terbitan Singapura atau mendapat oleh-oleh buku anak dari rekannya yang pegawai Belanda.

Hingga akhirnya Rohana mampu menulis untuk diri sendiri dan membela nasib perempuan serta mendirikan Sekolah Kerajinan Amai Setia, sekolah kaum putri yang mengajarkan keterampilan.


BACA JUGA : Catatan BKN, Baru 285.363 Orang yang Terdaftar untuk Seleksi CPNS


Kepiawaiannya itu menarik perhatian Datuk Sutan Maharadja, pemimpin redaksi Oetoesan Melajoe di Padang untuk mewujudkan keinginannya menjadi wartawan wanita pertama di Indonesia.





Loading...
DN05 | Desktop - Read Right Side 300px