Selasa, 19 November 2019

NASIONAL

Maria Ulfah, Satu Dari 9 Tokoh Indonesia Yang Menjadi Nama Jalan Di Belanda

news24xx


Maria Ulfah (Foto: Istimewa/internet) Maria Ulfah (Foto: Istimewa/internet)

RIAU1.COM - Sebanyak 27 tokoh anti-kolonial dari negara bekas jajahan Belanda diberikan penghargaan untuk menjadi nama sebuah jalan di kawasan Ijburg, sebuah pemukiman di tenggara Amsterdam yang berdiri di atas pulau buatan.



BACA JUGA : Cerita Soeharto Yang Resmikan Media Online Pertama Di Indonesia

Iklan Riau1

Dari 27 nama yang muncul, sembilan di antaranya diambil dari nama tokoh-tokoh Indonesia. Salah satu diantara kesembilan nama itu adalah Maria Ulfah dikutip dari historia.id, Selasa, 22 Oktober 2019.

Maria Ulfah lahir 18 Agustus 1911 di Serang, Banten, putri dari Bupati Kuningan RAA Mohammad Achmad. Aktivitas pergerakan politik Maria dimulai saat ia bertemu dengan Sutan Sjahrir, tokoh sosialis tekemuka yang kelak menjadi perdana menteri RI di negeri Belanda.

Melalui Sjahrir, Maria dikenalkan kepada kalangan sosialis Belanda dan banyak dilibatkan dalam pertemuan-pertemuan kaum sosialis di sana.

Ketika kembali ke Indonesia, lulusan Fakultas Hukum di Universitet Leiden itu memilih mengajar di Perguruan Rakyat dan di Perguruan Muhammadiyah dan menjadi aktivitas pergerakan perempuan Indonesia. Pada 1930, gerakan ini menemukan gairahnya untuk menuntut kesetaraan di tengah masyarakat.

Maria semakin gencar mencurahkan gagasannya tentang perempuan Indonesia. Ia menjadi salah satu pendiri organisasi Isteri Indonesia dengan cara menerbitkan majalah bulanan serta menjadi kolumnis tetap di sana. Ia kerap mencurahkan pikiran-pikirannya tentang gerakan perempuan.

Ada berbagai soal yang menjadi perhatian Maria di dalam tulisan-tulisannya, mulai dari keadaan umum peremuan di Indonesia, pernikahan paksa, keadaan buruh perempuan dan soal perwakilan perempuan dalam parlemen di Hindia Belanda.



BACA JUGA : Lama Tak Ngetweet, Menkopulhukam Mahfud MD 'Diserang' Netizen

Pada masa kemerdekaan, Maria diminta oleh Sjahrir untuk menempati kursi menteri sosial. Penunjukkan itu menjadi wujud sikap antifasis dan memegang prinsip demokrasi yang dilakukan oleh Indonesia.





Loading...