Rabu, 16 Oktober 2019

NASIONAL

Pejabat Pusat Sebut Asap Berkurang dan Terlihat Langit Biru, Sayed Abubakar: Ayo Tinggal di Riau Rasakan Penderitaan Rakyat

news24xx


Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Riau 1, Sayed Abubakar A Assegaf Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Riau 1, Sayed Abubakar A Assegaf

RIAU1.COM - Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Riau 1, Sayed Abubakar A Assegaf menyesalkan pernyataan pejabat negara di Jakarta yang mengatakan kondisi udara di Riau sudah normal dan asap tidak mengkhawatirkan. Pasalnya, hingga saat ini asap makin pekat dan korban terpapar asap terus berjatuhan.

"Saya minta pejabat di Jakarta mengajak keluarga untuk tinggal di Riau. Ini agar mereka merasakan penderitaan akibat terpapar asap seperti dialami masyarakat saat ini," ujar Sayed Abubakar A Assegaf, Sabtu 21 September 2019.



BACA JUGA : Kemen PPPA Sosialisasi Pengesahaan Batas Minimal Usia Kawin 19 Tahun

Iklan Riau1

Menurut Sayed, pejabat yang mengatakan udara di Riau saat ini tidak mengkhawatirkan justru menciderai perasaan masyarakat. Sebab, pernyataan seperti itu bisa dianggap menyepelekan bahaya asap karhutla yang menyelimuti udara di Riau sepanjang hari. Bahkan, untuk bernafas saja masyarakat merasakan sakit dan sulit tanpa dengan masker.

Untuk itu Sayed juga sangat kecewa karena sikap para pejabat itu bisa jadi membuat penanganan bencana asap karhutla tidak serius. Bahkan menolak bantuan dari Malaysia. Padahal, titik api terus bertambah membuat asap makin pekat. Sehingga, penderitaan yang dialami masyarakat tidak bisa segera di minimalisir.

"Apakah semua ini yang membuat penanganan bencana asap Karhutla kali ini tidak serius alias asal-asalan? Kalau demikian ini jelas sangat menyedihkan. Harusnya pola pikirnya sekecil apapun masyarakat jangan sampai menderita. Sehingga tidak meremehkan terhadap bencana asap Karhutla ini," papar Sayed yang juga politisi Partai Demokrat ini.



BACA JUGA : Plt Menkumham Tjahjo Kumolo Copot Jabatan ASN Gara-gara Dukung Khilafah di Medsos

Untuk itu Sayed juga mendesak agar Riau ditetapkan sebagai status darurat bencana asap karhutla. Tujuannya, agar penanganan asap lebih serius dan fokus serta dilakukan secara komprehensif. Melibatkan seluruh elemen masyarakat dan terkendali dan terkoordinasi dengan baik. Sehingga titik api terus berkurang dan korban terpapar asap bisa segera ditangani secara medis.

Seperti yang diketahui, dilansir Okezone.com, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol M Iqbal, Jumat 20 September 2019 kemarin mengatakan, kondisi asap di Pekanbaru, Riau tidak seperti diberitakan media massa. Saat ini, kondisi asap di Pekanbaru sudah baik setelah dilakukan penanganan.

Hal itu kata Iqbal berdasarkan pemantauannya langsung di Pekanbaru, Riau saat mendampingi Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian ke lokasi asap. "Di sana situasi sebenarnya di Pekanbaru dan sekitarnya, setelah pukul 11.12 WIB semua clear langit biru nampak, artinya tidak seutuhnya benar apa yang disampaikan media," sebutnya.





Loading...