Minggu, 22 September 2019

NASIONAL

Libur Berakhir 300an Kendaraan ASN Riau Masih Dikandangkan, Ini Penyebabnya

news24xx


Gubernur Riau, Syamsuar meninjau kendaraan dinas yang berada di halaman rumah dinasnya (Foto:Zar/Riau1.com) Gubernur Riau, Syamsuar meninjau kendaraan dinas yang berada di halaman rumah dinasnya (Foto:Zar/Riau1.com)

RIAU1.COM -Kepala Bidang Pengelolaan Barang Milik Daerah BPKAD Provinsi Riau, Muhammad Arifin menyebutkan masih ada 385 unit kendaraan dinas milik Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Riau belum boleh dipergunakan pasca penyerahan untuk kepentingan mudik Lebaran 1440 H silam.

Dari 385 unit kendaraan tersebut, terdapat satu unit mobil yang dipergunakan oleh pejabat sekelas eselon I, 20 unit eselon II, 89 unit eselon III serta 275 unit kendaraan untuk kepentingan operasional.

"Masih ada 385 kendaraan dinas lagi yang berada di Kediaman (halaman rumah dinas Gubernur Riau)," jelasnya, Rabu, 12 Juni 2019.


BACA JUGA : BPJS Ketenagakerjaan Bidik Juru Parkir sebagai Peserta Baru

Iklan Riau1



BACA JUGA : Langit Berubah Merah, Karhutla di Jambi Bikin Suasana Jadi Mengerikan


Angka 385 tersebut didapat dari total penyerahaan kendaraan dinas yang berjumlah 582 unit. Artinya 197 unit sudah diambil oleh masing-masing ASN Pemprov Riau. Ratusan kendaraan tersebut sudah memenuhi klasifikasi penggunaan. Syaratnya adalah peruntukan yang tepat dan sudah membayar pajak.

Dari angka 197 tersebut, dua unit kendaraan milik pejabat eselon I, 30 unit eselon II, 161 unit eselon III dan empat unit kendaraan operasional.

Sebelumnya, peringatan tegas diutarakan Gubernur Riau, Syamsuar terhadap jajarannya yang enggan menitipkan mobil dinasnya sebelum libur Idul Fitri 1440 H tahun ini.

Sanksi tengas siap mengancam Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Provinsi Riau yang kedapatan menggunakan kendaraan dinasnya untuk kepentingan mudik Idul Fitri 1440 H tahun ini.

Selain sanksi, Syamsuar menyebutkan akan menjemput langsung kendaraan dinas jika kedapatan jajarannya masih enggan menitipkan sementara,"kalau tidak mau akan ada sanksi dan akan kita jemput mobil dinasnya. Karena sudah disiapkan dibelakang rumah (kediaman),"sebutnya, Senin, 27 Mei 2019.





Loading...