Jumat, 24 Mei 2019

NASIONAL

Ini yang Sebabkan Indonesia 'Selamat' dari Badai Matahari Menurut BMKG

news24xx


Ilustrasi Ilustrasi

RIAU1.COM - Berada di garis ekuator atau khatulistiwa, membuat Indonesia cukup 'diuntungkan' saat peristiwa badai matahari yang diprediksi akan menerjang bumi hari ini, Jumat 15 Maret 2019, karena tidak terlalu merasakan dampaknya.

"Indonesia yang berada di wilayah ekuator memiliki kemungkinan yang sangat kecil untuk mengalami gangguan akibat badai geomagnetik ini," kata Kepala Bagian Humas BMKG, Hary Tirto Djatmiko dilansir Tempo.co.



BACA JUGA : Pebisnis Online Merugi Akibat Medsos dan WhatsApp Dibatasi, Menkominfo Minta Maaf

Hary memaparkan, badai matahari merupakan gangguan sementara pada lapisan magnetosfer bumi yang diakibatkan oleh interaksi antara angin matahari dengan medan magnet bumi.

Fenomena ini rutin terjadi sebagai akibat dari aktivitas pelontaran massa korona (Coronal Mass Ejection/CME) di matahari. "Jadi, badai matahari ini juga tidak berpengaruh pada cuaca di Indonesia," sebutnya.

"Wilayah yang merasakan badai matahari bakal berdampak pada gangguan minor pada sistem satelit dan gangguan lemah pada jaringan listrik, terutama pada wilayah lintang tinggi. Kemungkinannya sangat kecil untuk terjadi di Indonesia," tukasnya.



BACA JUGA : Pasukan Brimob Nusantara Tinggalkan Gedung Bawaslu Setelah Kondisi Kondusif

Seperti yang diketahui, BMKG juga menyatakan, badai matahari yang diperkirakan akan mencapai Bumi hari ini, tidak akan berdampak langsung terhadap cuaca di Indonesia.

"Dampak badai magnetik ini tidak akan signifikan terasa pada perubahan cuaca di Indonesia," ujar Kepala Sub Bidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Siswanto.