Senin, 14 Oktober 2019

NASIONAL

BMKG Pastikan Badai Matahari Tidak Pengaruhi Cuaca di Indonesia

news24xx


Ilustrasi Ilustrasi

RIAU1.COM - Kabar badai matahari yang diprediksi akan menerjang bumi hari ini, Jumat 15 Maret 2019 cukup menghebohkan dunia, tidak terkecuali di Indonesia.

Tapi, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Indonesia menyatakan, badai matahari yang diperkirakan akan mencapai Bumi hari ini, tidak akan berdampak langsung terhadap cuaca di Indonesia.

"Dampak badai magnetik ini tidak akan signifikan terasa pada perubahan cuaca di Indonesia," ujar Kepala Sub Bidang Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Siswanto dilansir Bisnis.com.



BACA JUGA : Blanko Terbatas dari Kemendagri, 59 Ribu Warga Kabupaten Bekasi Belum Miliki E-KTP

Iklan Riau1

Siswanto melanjutkan, menurut ilmuwan badai matahari yang menyebabkan terjadinya badai magnetik bumi ini dapat mematikan GPS, sinyal ponsel, dan televisi digital. Namun demikian, efeknya terhadap cuaca bumi masih diperdebatkan di kalangan ilmuwan.

Pengaruh aktivitas matahari terhadap sistem iklim sebenarnya sudah diketahui oleh para ilmuwan iklim, diantaranya terdapat hubungan antara jumlah bintik matahari (sunspot number) dengan fluktuasi suhu global bumi dan variasi iklim El Nino atau La Nina.

"Terdapat siklus 11 tahunan sunspot activity itu yang berkaitan dengan fluktuasi parameter iklim di bumi. Hanya saja, para ilmuwan masih belum memastikan pengaruhnya terhadap pembentukan cuaca panas atau hujan dalam skala waktu yang pendek," katanya.



BACA JUGA : Akibat Seks Bebas, Tiap Bulan Wanita Indonesia Jadi Korban Kejahatan seksual Modus gambar

"Dampak yang mungkin terjadi yang adalah peningkatan aktivitas aurora di Kutub Utara atau Selatan Bumi. Ini disebabkan pengaruh pertukaran dan interaksi partikel atmosfer Bumi daerah kutub dengan tergangunya lapis selimut magnet bumi tersebut," terangnya.

Siswanto menyatakan, dampak badai matahari tidak akan signifikan terhadap perubahan cuaca di Indonesia. Tetapi, adanya peningkatan suhu permukaan hingga 36 derajat celcius di Indonesia bagian ekuator bukan disebabkan oleh badai matahari.

"Tetapi lebih karena pengaruh gerak semu matahari yang tepat pada tanggal 23 Maret nanti berada di atas garis ekuator," pungkasnya.





Loading...
DN05 | Desktop - Read Right Side 300px