Selasa, 23 Juli 2019

NASIONAL

Badai Matahari Terjang Bumi Hari ini, LAPAN: Indonesia Masih Aman

news24xx


Ilustrasi Ilustrasi

RIAU1.COM - Lembaga layanan cuaca Inggris, Met Office mengumumkan bahwa akan terjadi fenomena badai matahari (badai geomagnetik) yang menuju Bumi, hari ini Jumat, 15 Maret 2019.

Namun, Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) menyatakan saat ini kondisi masih aman dan belum ada dampak signifikan dari fenomena yang terjadi setiap 2.700 tahun sekali.



BACA JUGA : Hari Ini Megawati Torehkan Sejarah, Presiden Wanita Pertama Indonesia

"Tenang, semua aman berdasar asesmen dari Pusat Sains Antariksa (Pussainsa) LAPAN, belum ada dampak signifikan," kata LAPAN dilansir Tempo.co, Jumat 15 Maret 2019.

Pada akun Instagram LAPAN, @lapan-ri juga turut ditampilkan gambar lubang korona matahari disertakan dengan caption, "Dan ini adalah gambar lubang korona 13 Maret kemarin. Posisi lubang korona di sekitar ekuator matahari memang bisa melepaskan angin matahari cepat yang diperkirakan mencapai bumi dalam 2 hari. Tetapi efeknya tidak seperti yang diberitakan. Info rinci cuaca antariksa bisa dilihat juga di situs LAPAN," tulisnya.

Sementara itu, melalui laman resminya, LAPAN mengungkapkan, prakiraan untuk Jumat, 15 Maret 2019, solar, geomagnet dan ionesfer semuanya dalam kondisi tenang. "Peluang flare yang terjadi di bawah kelas C," sebutnya.

Seperti yang diketahui, dari laman Express.co.uk, peneliti di laman Space Weather memprediksi akan terjadi fenomena badai matahari pada hari Jumat tanggal 15 Maret 2019 ini.



BACA JUGA : Pesawat Latih Cessna Bawa Dua Siswa Jatuh di Sungai Cimanuk, Korban Masih Dicari

Dampak dari badai Matahari yang merupakan ledakan besar sinar kosmik itu dapat melumpuhkan GPS, sinyal ponsel dan TV digital, sertakan mengakibatkan gangguan sementara dari medan magnet Bumi yang disebabkan oleh radiasi dan aliran partikel bermuatan dari Matahari.

Badai geomagnetik dinilai pada skala G1 hingga G5, dengan yang terakhir menjadi yang paling ekstrem, dan juga dapat memicu fluktuasi di beberapa jaringan listrik yang lemah tetapi hanya akan berdampak kecil pada satelit di ruang angkasa.