Kamis, 24 Januari 2019

NASIONAL

BNPB Ingatkan Petani Agar Tak Menanam di Daerah Miring

news24xx


Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo. Foto: Antara. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo. Foto: Antara.

RIAU1.COM -Upaya keras, sistematis, dan serius harus dilakukan agar tidak ada lagi petani menanam tanaman sayuran di kemiringan. Jika dibiarkan, maka bencana longsor yang terjadi Kampung Cimapag, Sukabumi, Jawa Barat, terulang lagi di daerah lain.

"Salah satu sebab longsor di Cimapag karena di bagian atas ditanami padi. Sehingga, dalam jangka waktu lama, tanah gembur dan bergerak menutup perkampungan di bawahnya," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo dikutip dari Antara, Jumat (11/1/2019).



BACA JUGA : Bukan Untuk Umum, Penerimaan CPNS Maret 2019 Ternyata Untuk Daerah Yang Tertunda Pada 2018

     

Ke depan, para petani diminta tidak menanam sayuran daerah berstruktur miring. Karena, tanah akan gembur dan bergerak bila ditanam dalam jangka waktu yang lama.

"Aturan soal larangan menanam sayuran dan tanaman lain yang tidak bisa menjaga struktur tanah sudah ada," ungkap Doni.



BACA JUGA : Banjir dan Tanah Longsor Melanda 10 Kabupaten di Sulsel, 26 Orang Meninggal Dunia

Namun, larangan itu diabaikan. Hasilnya, masyarakat yang menjadi korban.

"Bagian perbukitan di Cimapag ada persawahan. Bila sawah di atas perbukitan, maka berisiko terjadi longsor," jelas Doni.