Minggu, 22 September 2019

MERANTI

Sumber Air Kering, BPBD Meranti Gunakan Air Laut Untuk Padamkan Karhutla di Desa Insit

news24xx


Tampungan Air Laut Untuk Pemadaman Karhutla Desa Insit Tampungan Air Laut Untuk Pemadaman Karhutla Desa Insit

RIAU1.COM - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Desa Insit Kecamatan Tebing Tinggi Barat sudah terjadi hampir dua minggu lamanya. Meskipun sudah sempat dilakukan pendinginan, namun karena tiupan angin yang kencang api kembali menyala membuat persediaan air makin menipis.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti, M Edy Afrizal mengatakan, hal ini membuat pihaknya dari BPBD Kepulauan Meranti terpaksa menggunakan air laut.



BACA JUGA : 13 ASN Ajukan Mutasi Masuk ke Meranti

Iklan Riau1


"Kita sudah sempat lakukan pendinginan, kita juga sudah maksimal melakukan upaya pemadaman, mulai dari pagi, sampai malam hari. Namun suplai sumber air yang kita ambil saat ini sudah hampir kering, untuk itu kita terpaksa menggunakan air laut," kata , Selasa (20/8/2019).

Edy mengatakan pemadaman yang memanfaatkan air laut hanya dapat dilakukan sampai siang karena kondisi air sedang naik. Sementara pada sore hari, hal itu tidak dapat dilakukan mengingat kondisi permukaan laut yang surut yang menyebabkan jarak antara bibir pantai dengan air laut sangat jauh.

"Persediaan air di lokasi kebakaran sudah kering. Kebakaran ini terjadi lagi karena kita kalah dengan air, karena saat menunggu suplai air tiba, api menyala terus," jelas Edy.



BACA JUGA : Tak Kuat Melawan Asap, 5 Siswa MAN 2 Kepulauan Meranti 'Tumbang'



Meski demikian, Edy mengatakan banyak resiko ketika melakukan pemadaman menggunakan air laut, selain menyebabkan tangki mobil pemadam menjadi karat, juga bisa menyebabkan mesin menjadi rusak.

"Ini sangat beresiko. Selain tangki karat, mesin juga bisa rusak, ini sangat terpaksa kita lakukan. Nanti setelah selesai, tinggal kami bersihkan dan cuci bagian dalam tangki armada damkar menggunakan air bersih," ungkapnya.





Loading...