Sabtu, 24 Agustus 2019

MERANTI

Bappeda Meranti Gelar FGD, Gesa Percepatan Peningkatan Ekonomi Daerah

news24xx


Bappeda Meranti Gelar FGD, Gesa Percepatan Peningkatan Ekonomi Daerah Bappeda Meranti Gelar FGD, Gesa Percepatan Peningkatan Ekonomi Daerah

RIAU1.COM - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Focus Group Discussion Percepatan Peningkatan Ekonomi Meranti Tahun 2019, kegiatan dalam rangka menyalurkan pemikiran bernas untuk mencari solusi dan rekomedasi percepatan peningkatan kemajuan Meranti itu, dipusatkan di Aula Bappeda Meranti, Rabu (17/7/2019).

Kepala Bappeda Meranti melalui Sekretaris Bappeda Agusyanto M.Si, mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan sinergitas antar lembaga teknis dilingkungan Pemkab Meranti. 

"Ini bertujuan untuk meningkatkan sinergitas antar lembaga teknis dilingkungan Pemkab Meranti. Sehingga tercipta persepsi yang sama dalam hal pelaksanaan program peningkatan perekonomian di Kepulauan Meranti" ujarnya. 



BACA JUGA : Pemkab Meranti Kembali Audiensi Dengan BNPP

Sementara itu, Wakil Bupati Meranti Said Hasyim, menegaskan kegiatan ini sangat penting dalam rangka menghimpun pemikiran bernas dari para tokoh yang nantinya akan menghasilkan rekomendasi yang menjadi dasar bagi OPD sesuai tugas dan fungsinya untuk menjalankan program strategis.

"Semoga kegiatan ini mampu menghasilkan kesimpulan dan rekomendasi bagi Bapppeda untuk menyusun rencana pembangunan yang diiplementasikan oleh OPD terkait dalam upaya mendorong percepatan ekonomi di Meranti," harapnya.

Said menjelaskan, dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkolerasi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dibutuhkan potensi sumber daya alam, namun sumber daya alam tanpa didukung oleh manusia yang berpengetahuan dan berkualitas tidak akan ada gunanya.



BACA JUGA : Ujian Dinas dan Penyesuaian Ijazah PNS Meranti Dibuka

"Seperti yang terjadi saat ini pada potensi perkebunan Kelapa Meranti, yang dihargai sangat murah karena masyarakat tidak mampu mengolahnya, padahal mulai dari buah, sabut, batok hingga daun kelapa jika diolah memiliki nilai ekonomi. Begitu juga Sagu, Hasil Perikanan dan lainnya. Intinya adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia dulu, sebab kualitas SDM menjadi indikator dari keberhasilan pembangunan," tegasnya.

Selanjutnya Wabup meminta kepada OPD terkait tidak terus menjalankan program yang gagal tanpa mengevaluasi penyebab kegagalan itu dan mendapatkan solusi untuk mengatasinya. OPD harus dapat mengevaluasi kegagalan dari program yang dilaksanakan sehingga kedepan tidak terjadi lagi. 

Dan untuk suksesnya perencanaan pembangunan untuk kesekian kalinya Wabup menekankan peran aktif dari Bappeda sebagai ujung tombak perencanaan pembangunan daerah. Menurutnya Bappeda jangan lagi berperan sebagai penampung perencanaan dari OPD tapi kembali pada fungsinya yakni sebagai perencana yang diaplikasikan melalui program ditiap OPD.

"Bappeda bukan tukang kumpul program OPD, tapi yang merencanakan pembangunan, OPD sebagai pihak pelaksana teknis," pungkasnya.