Senin, 18 November 2019

KRIMINAL

Polda Sumut: Ini Kronologis Pembunuhan Terhadap Maraden dan Martua di Parit Kebun Sawit

news24xx


Ilustrasi.  Ilustrasi.

RIAU1.COM - Peristiwa pembunuhan akibat konflik lahan kebun sawit ini cukup tragis. Pelakunya terancam hukuman mati atau seumur hidup. 

Seperti dilansir merdeka.com, Sabtu, 9 November 2019,  Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan pembunuhan terhadap Maraden Sianipar (55) dan Maratua P Siregar (42), di Kabupaten Labuhanbatu, diancam hukuman mati.



BACA JUGA : Dua Pria Diduga Terlibat Bom Medan Tewas Ditembak, Satu Polisi Terluka Akibat Ditusuk

Iklan Riau1
 

"Pelaku pembunuhan diancam penjara seumur hidup karena menghilangkan nyawa orang lain, sesuai dengan ketentuan Pasal 340 subsider 338 junto 55,56 KUH Pidana," kata Agus, di Mapolda Sumut, Jumat (9/11).

Ia menyebutkan, kedua tersangka pembunuh itu, VS (49), warga Dusun VI Sei Siali, Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, dan SH (55), warga Dusun VI Sei Siali, Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu.

"Kedua tersangka itu, diamankan dari rumah mereka masing-masing, Selasa (5/11) sekitar pukul 01.00 WIB," ujar Kapolda.

Sementaraitu, Agus mengatakan, satu orang lagi otak tersangka pembunuhan, WP ternyata adalah pemilik perusahaan perkebunan PT Sei Ali Berombang/Koperasi Serba Amelia, yang diringkus petugas kepolisian Kamis (7/11) sekira pukul 14.00 WIB.

Menurut Kapolda, tersangka menyuruh para eksekutor (VS dan SH) menghabisi nyawa kedua aktivis yang mayatnya ditemukan di areal perkebunan kelapa sawit PT SAB/KSU Amelia tersebut karena dendam terkait konflik lahan perkebunan kelapa sawit di Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara.

Tersangka pembunuhan memukul korban menggunakan kayu sepanjang satu meter dan memasukkan mayat Maraden Sianipar dan Martua Siregar ke parit perkebunan.

"Sedangkan tiga orang tersangka lainnya, yakni Joshua Situmorang (20), Rikky (20) dan Hendrik Simorangkir (38) masih buron, dan dalam pengejaran aparat kepolisian," kata jenderal polisi berbintang dua itu.

Sebelumnya, dua wartawan korban pembunuhan bernama Maraden Sianipar (55), warga Jalan Gajah Mada, Rantauprapat, Kecamatan Rantau Utara dan Maratua Parasian Siregar (42), warga Desa Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, ditemukan tewas dengan kondisi tubuh memprihatinkan di selokan areal perkebunan kelapa sawit PT SAB/KSU Amelia.


BACA JUGA : Sempat Lari Ke Aceh, Tersangka Penggelapan 5 Batang Besi Sheet Pile Proyek Tol Pekanbaru-Dumai Akhirnya Diringkus Polisi

 
Korban tewas akibat luka sabetan senjata tajam di kepala, badan, lengan, punggung, dada dan bagian perut.

Korban Maraden Sianipar ditemukan, Rabu (30/10) sekitar pukul 16.00 WIB, sedangkan rekannya Maratua Siregar ditemukan Kamis (31/10) sekitar pukul 10.30 WIB.

R1 Hee. 





Loading...