Senin, 19 Agustus 2019

KRIMINAL

Pasca Baku Tembak, Jasad Satriandi Dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau

news24xx


Jasad Satriandi Dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau Jasad Satriandi Dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau

RIAU1.COM - Kepolisian sudah mengevakuasi jasad Satriandi dari lokasi penangkapan, tepatnya di Jalan Sepakat Kelurahan Sidomulyo Barat Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru - Riau pada Selasa 23 Juli 2019 siang.

Selain jasad Satriandi, satu orang lainnya yang turut tewas dalam baku tembak dengan kepolisian juga sudah berada di Instalasi Forensik dan Perawatan Jenazah RS Bhayangkara di Jalan Kartini, Pekanbaru.

Pantauan Riau1.com, tampak pula anggota keluarga almarhum sudah berada di RS (Rumah Sakit) Bhayangkara. Sampai berita diturunkan, petugas RS masih berada di dalam ruang jenazah.



BACA JUGA : Sabu 8 Kg Hasil Penangkapan Polisi Di Tenayan Raya Berasal Dari Malaysia

Sampai sekarang, belum diketahui identitas satu pria yang ikut tewas dalam penangkapan itu, pun begitu dengan identitas seorang lainnya yang terluka akibat diterjang timah panas polisi.

Di lokasi kejadian, pihak berwajib tengah melakukan olah TKP, dan mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk ada diantaranya senjata api.

Satriandi tewas dalam penyergapan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau pada Selasa pagi tadi. Selain dia, satu lainnya juga meninggal dan seorang lagi terluka akibat muntahan timah panas aparat.



BACA JUGA : Polisi Ungkap Kurir Sabu 8 Kg Di Jalan Sekuntum Tenayan Raya

Dalam baku tembak tersebut, satu anggota polisi dikabarkan terluka akibat senjata. "Satu anggota terluka," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Hadi Poerwanto dikonfirmasi Riau1.com.

Satriandi diketahui merupakan buronan polisi. Ia tercatat memiliki sederet kasus kejahatan, salah satunya perkara Narkoba. Bahkan mantan polisi tersebut nekat terjun dari lantai delapan hotel Aryaduta saat dibekuk.

Kemudian ia terlibat kasus pembunuhan, di mana diduga dipicu bisnis Narkoba. Saat di Lapas Pekanbaru, pria ini berhasil kabur dengan mengancam petugas jaga bermodalkan senjata api.