Ketika Pasukan Napoleon Bonaparte Diselamatkan Oleh Huruf Braille

17 Desember 2020
Ilustrasi penggunaan huruf braille (Foto: Istimewa/Bisnis.com)

Ilustrasi penggunaan huruf braille (Foto: Istimewa/Bisnis.com)

RIAU1.COM - Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) braille bararti sistem tulisan dan cetakan abjad Latin untuk para tunanetra berupa kode yang terdiri atas enam titik dalam berbagai kombinasi yang ditonjolkan pada kertas sehingga dapat diraba.

Sejarahnya, huruf braille diciptakan oleh orang-orang Prancis dikutip dari tempo.co, Kamis, 17 Desember 2020. Diciptakan oleh seorang prajurit Prancis pasukan Napoleon Bonaparte untuk kepentingan perang.

Alasannya karena saat itu, banyak prajurit kurir yang mati ketika mengirim pesan karena cara pengirmannya menggunakan penerangan.

Awalnya sang penemu, Charles Barbier memberinya nama 'tulisan malam'. Alasannya karena digunakan para pasukan untuk berkomunikasi di malam hari tanpa bantuan penerangan.

Dia menggunakan tabel yang terdiri dari 12 sel. Setiap sel terdiri dari 6 lubang berjajar. Sistem penulisan Barbier ini merupakan kombinasi titik timbul yang dibuat berdasarkan letak lubang dalam sel.

Seiring perjalanan waktu, Barbier bertemu dengan anak tuna netra berusia 8 tahun bernama Louis Braille usai perang berkecamuk.

Barbier kemudian memperkenalkan sandi ciptaanya tersebut kepada Braille agar mampu melakukan komunikasi secara efisien dengan teman tunanetra lainnya.