Jumat, 24 Mei 2019

INTERNASIONAL

Penembakan Brutal Jelang Sholat Jumat di Masjid Al Noor Selandia Baru, Dua WNI Terluka

news24xx


Korban penembakan di Masjid Al Noor Selandia Baru dibawa ke rumah sakit.  Korban penembakan di Masjid Al Noor Selandia Baru dibawa ke rumah sakit.

RIAU1.COM - Penembakan brutal jelang sholat Jumat di Masjid Al Noor, Christchurch, Selandia Baru menewaskan 49 jamaah masjid.

Dalam insiden itu, dua orang warga negara Indonesia luka-luka kena tembakan pelaku. 

Pelaku seorang pria asal Australia bernama Brenton Tarrant yang memvideokan aksinya dan menyebarluaskan ke Facebook. 



BACA JUGA : Semua Penumpang Selamat, Pilot Myanmar Berhasil Mendaratkan Pesawat Tanpa Roda Depan

 

 Sementara itu, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir menyatakan dua warga Indonesia menjadi korban luka dalam aksi penembakan di masjid di kota Christchurch, Selandia Baru.

"Terdapat 2 WNI, seorang ayah dan anaknya yang terkena tembakan di masjid tersebut," ungkap Arrmanatha dalam pesan tertulis, Jumat (15/3/2019), seperti dilansir bisnis.com.

Arrmanatha mengatakan salah satu korban saat ini tengah berada di ICU, yakni sang ayah. Sementara itu sang anak dirawat di ruang biasa di Christchurch Public Hospital.

Kementerian Luar Negeri sebelumnya menyebutkan 6 orang WNI berada di Masjid Al-Noor saat insiden penembakan terjadi. 3 di antaranya berhasil menyelematkan diri. Sementara 3 lainnya belum diketahui kabarnya.

Arrmanatha tidak menjelaskan lebih lanjut apakah kedua WNI yang menjadi korban merupakan tiga orang WNI yang belum diketahui kabarnya. Namun ia menyatakan KBRI Wellington terus berkoordinasi dengan otoritas setempat.



BACA JUGA : Otoritas Sri Lanka Tangkap Seorang Cendekiawan Arab Saudi Terkait Bom Bunuh Diri

 

Berdasarkan data Kemlu RI, sebanyak 331 WNI tinggal di Christchurch, 134 orang di antaranya merupakan mahasiswa yang tengah menuntut ilmu di sana.

Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah mengecam keras aksi penembakan tersebut. Aksi membabi buta yang dilakukan sebelum salat Jumat tersebut dilaporkan telah menewaskan 49 orang.

"Indonesia jelas mengecam aksi penembakan ini, mengingat fakta bahwa aksi dilakukan di masjid ketika umat Islam tengah menunaikan ibadah salat Jumat," kata Retno kepada awak media.

R1/Hee