Program Swasembada Pangan Inhil Terkendala Banjir

22 Maret 2025
Pembahasan swasembada pangan inhil

Pembahasan swasembada pangan inhil

RIAU1.COM - Sebagai upaya mewujudkan swasembada pangan di Indragiri Hilir (Inhil), Bupati Herman gelar pertemuan bersama pihak terkait, guna membahas langkah strategis yang ditempuh pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan mewujudkan program prioritas nasional itu.

Pertemuan tersebut dihadiri Yuris Tiyanto selaku Pj Satgas Swasembada Pangan Riau bersama Wakil Koordinator Kolonel Inf. Andi Asmara, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera III Afnani Rangkuti, Kepala Balai Standardisasi Instrumen Pertanian Shannora Yuliasari dan Tim Swasembada Pangan terkait lainnya.

Berdasar paparan dari Dandim 0314/Inhil dan Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan, terdapat beberapa kendala yang dihadapi tim selama di lapangan.

Kendati demikian, Bupati Herman tak pantang menyerah untuk menyukseskan program ini.

"Memang ada beberapa kendala kita, termasuk banjir yang menimpa lahan pertanian. Namun kami tetap semangat karena ini berkaitan dengan kebutuhan perut masyarakat. Saya ingin program Swasembada Pangan terus berkelanjutan, kesalahannya kita evaluasi demi peningkatan yang lebih baik", ujar Bupati.

Lebih lanjut Bupati sampaikan, pihaknya ke depan kembali menggencarkan pengembangan beras lokal Inhil.

"Jikalau beras Indragiri kita optimalkan, maka petani akan sejahtera, tak hanya kebutuhan pangan terpenuhi tapi bisa mendukung kebutuhan pendidikan dan kebutuhan keluarga lainnya,"sebut Herman.

Mendengar persoalan yang dihadapi Pemkab Inhil, sebuah solusi disampaikan Pj Satgas Swasembada Pangan Riau yang juga selaku Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) ini.

"Caranya ialah menyampaikan usulan kepada Kementerian Pertanian, sampaikan semua persoalan yang terjadi di daerah dan siapkan dokumen pembuktiannya, nanti akan kita kawal. Kita semua harus semangat dan bertekad membangun swasembada pangan di Inhil karena potensinya besar dan mempengaruhi capaian provinsi,” jelas Yuris Tiyanto.*