Minggu, 22 September 2019

HUKUM

Polisi Pukuli Wartawan SCTV, Jurnalis Lain Dimasukkan ke Mobil Tahanan Hapus Foto, Saat Liput Demo Buruh di DPR

news24xx


Ilustrasi Sidang Tahunan di Gedung DPR MPR, Jumat.  Ilustrasi Sidang Tahunan di Gedung DPR MPR, Jumat.

RIAU1.COM - Di era demokrasi sekarang ini masih saja ada oknum Polisi yang melakukan intimidasi terhadap wartawan yang sedang meliput berita. 

Beberapa wartawan baik dari televisi, cetak maupun daring mendapatkan tindakan intimidasi dari beberapa personel Kepolisian saat meliput pengamanan kegiatan para buruh yang akan berunjuk rasa di depan gedung parlemen saat sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di Jakarta.



BACA JUGA : Demonstran-Aparat Bentrok, Ini Kronologis Pemukulan Oleh Polisi versi Mahasiswa di Bogor

Iklan Riau1
 

Berdasarkan pantauan Antara pada Jumat (16/8/2019) terlihat beberapa jurnalis terintimidasi oleh polisi dari Polda Metro Jaya, salah satunya jurnalis dari SCTV saat merekam video menggunakan ponselnya di pukul oleh personel polisi sehingga terpental jatuh di depan Stasiun TVRI.

Begitu pula dengan jurnalis dari Vivanews, saat merekam polisi membubarkan paksa pengunjuk rasa buruh menggunakan ponselnya.

Ketika mengambil video, tiba-tiba seorang anggota meminta video atau foto untuk dihapus, kalau tidak akan dibawa ke mobil. Padahal, Ia sudah menjelaskan dia adalah wartawan.

"Hapus video tadi, kalau enggaksaya bawa ke mobil," kata Jurnalis Viva yang menirukan anggota polisi berbaju putih dengan emosi.

Kemudian, Wartawan Foto Bisnis Indonesia, Nurul Hidayat pun mendapatkan perlakukan yang sama, ketika sedang mengabadikan para buruh yang diamankan ke dalam mobil tahanan oleh polisi, namun foto tersebut diminta polisi untuk dihapus.

"Ketika motret para buruh yang dibawa masuk ke mobil tahanan, tiba tiba petugas ada yang turun suruh hapus foto tersebut. Sempat adu mulut, saya mempertahankan foto, sampai akhirnya temannya datang. Dia bilang saya bawa juga," kata Nurul.

Wartawan foto dari Jawa Pos, Miftahul pun mendapatkan perlakukan yang lebih parah dari anggota polisi ketika mengabadikan para demonstran yang dibawa masuk ke dalam mobil tahanan di depan gedung TVRI. "Saya ditarik bajunya, dihapus fotonya," kata Miftah, seperti dilansir dari bisnis.com, Sabtu, 17 Agustus 2019. 



BACA JUGA : Menkumham Yasonna Jelaskan Soal Pasal Santet dalam Rancangan KUHP

 

Dia menirukan omongan polisi, "Dihapus juga video dan foto. Tunggu rilis. Kamu jangan sewenang wenang. Lo, Gua lihat dari tadi foto-foto video. Lo mau hapus atau gua kandangin.”

Wartawan Inews TV pun juga mendapat perlakukan yang sama dari ketika melakukan kegiatan peliputan masa aksi yang berkumpul di depan TVRI. "Hapus videonya, tar ada preskon," ujar wartawan Inews.

R1/Hee 





Loading...