Rabu, 24 Juli 2019

HUKUM

Saat Penggeledahan, KPK Sita 13 Kardus Berisi Uang di Rumah Dinas Gubernur Kepri

news24xx


Penyidik KPK saat memasuki rumah dinas Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun di Tanjungpinang, Jumat.  Penyidik KPK saat memasuki rumah dinas Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun di Tanjungpinang, Jumat.

RIAU1.COM - Sejumlah penyidik KPK menggeledah rumah dinas Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun dan lokasi lainnya. 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan sejumlah dokumen serta 13 tas dan kardus berisi uang dalam mata uang rupiah dan asing di rumah dinas Gubernur Provinsi Kepri Nurdin Basirun di Gedung Daerah, Kota Tanjungpinang, Jumat.



BACA JUGA : Majelis Hakim Vonis Bebas 2 Terdakwa Kasus Pemalsuan SK Menhut, PH Pelapor Nilai Ada Konflik Kepentingan

 

"Kami sedang melakukan proses perhitungan terhadap uang tersebut," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkat Whatsapp, Jumat malam, 12 Juli 2019, seperti dilansir Antara. 

Febri menjelaskan, hari ini KPK memang menugaskan tim untuk melakukan kegiatan penggeledahan di Kepri dan penyidikan dugaan suap terkait izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepri tahun 2018/2019, serta gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan.

Penggeledahan, kata dia, juga dilakukan di tiga lokasi lainnya, yaitu ruang kerja kantor Gubernur Kepri, kantor Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), serta kantor Kepala Bidang Perikanan Tangkap di pusat perkantoran Pemprov Kepri, Pulau Dompak.

Penggeledahan ketiga lokasi tersebut dimulai sejak pukul 11.30 WIB hingga 18.00 WIB.

"Dari tiga lokasi itu KPK mengamankan dokumen-dokumen penting terkait perizinan, terdiri dari dua koper dan dua kantong plastik," ungkapnya.

Pantauan di lapangan, hingga saat ini belasan petugas KPK masih berada di dalam rumah dinas gubernur.



BACA JUGA : Kasus Pemalsuan SK Menhut, Mantan Kadisbun Siak dan Direktur PT DSI Divonis Bebas

 

Tampak pula beberapa petugas Sabhara dan Sat Reskrim Polres Tanjungpinang berjaga-jaga di depan teras kediaman mantan Bupati Kabupaten Karimun itu.

"Kami hanya diminta mendampingi KPK. Bukan ikut menggeledah," ujar Kepala Sat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Ali di lokasi.

R1/Hee