Selasa, 17 September 2019

HUKUM

Kepala Rutan Siak Diganti Pasca Ricuh Berujung Pembakaran dan Kaburnya Napi

news24xx


Yasonna Laoly, Menkumham RI saat meninjau Rutan Siak,  (Foto:Riau1) Yasonna Laoly, Menkumham RI saat meninjau Rutan Siak, (Foto:Riau1)

RIAU1.COM -Kepala Rutan Klas II B Kabupaten Siak Sri Indrapura, Provinsi Riau Gatot Suariyoko diganti, pasca terjadinya kerusuhan para narapidana (Napi) dan tahanan beberapa waktu lalu.

Akibat kejadian itu, para warga binaan membakar sebagian bangunan Rutan, bahkan beberapa diantaranya melarikan diri, di mana tercatat masih ada empat orang lagi yang sampai kini belum diketahui keberadaannya.

Pasca kerusuhan yang terjadi pada 11 Mei 2019 lalu itu, Gatot pun dimutasi dan dipindahkan ke Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) Riau di Pekanbaru.



BACA JUGA : KPK Geledah Ruangan Kadis Pendidikan dan PU Provinsi Kepri

Iklan Riau1

"Sudah serah terima kemarin. Perlu ada pejabat baru dan saya pesankan fokus memulihkan Rutan Siak. Agar segera dipulihkan, perlu semangat baru, pejabat baru. Supaya ada inovasi dan kreasi. Untuk yang lama kita posisikan di tempat baru," kata Kakanwil Kemenkum HAM Riau, M Diah, Kamis 13 Juni 2019.

Karutan Siak Gatot Suariyoko dimutasi dan jabatannya digantikan Khairul Bahri yang sebelumnya menjabat sebagai Karutan Ternate, Maluku Utara.

"Kepala Rutan yang lama (Gatot) jadi pelaksana di Kantor Wilayah," jelasnya.



BACA JUGA : Turun ke Riau, Kapolri Siapkan Sanksi Jika Polda Tak Mampu Tangkap Pembakar Lahan

Sedangkan untuk tiga Sipir yang diduga terlibat melakukan kekerasan terhadap Napi hingga memicu terjadinya kerusuhan dan pembakaran rutan, masih menunggu inspektorat.

"Masih menunggu hasil inspektorat. Jika terbukti akan kita berikan sanksi tegas (pemecatan)," yakin dia.

Saat kerusuhan terjadi jumlah penghuni Rutan 648 narapidana dengan rincian 610 orang pria, 12 anak-anak dan 26 perempuan. Sebanyak 644 napi dipindahkan ke Lapas dan Rutan di Riau. Sedangkan empat napi lainnya masih belum tertangkap.

Kejadian itu juga membuat Menteri Hukum dan HAM RI Yassona Laoly terbang ke Siak, untuk mengecek langsung kondisi Rutan dan penyebab permasalahan yang terjadi.





Loading...