Jumat, 23 Agustus 2019

GAYA-HIDUP

Bolehkah Bayi Minum Air Putih ? Ini Penjelasannya

news24xx


Foto Bagi google Foto Bagi google

RIAU1.COM - Seperti diketahui, air putih memang adalah minuman terbaik untuk tubuh manusia dibandingkan minuman jenis lain seperti susu, teh, kopi bahkan minuman bersuplemen sekalipun. Namun, apa yang baik untuk orang dewasa belum tentu baik untuk bayi yang belum genap berusia 6 bulan.

Menurut American Dietetic Association (ADA) dan American Academy of Pediatrics (AAP), sebagaimana dilansir dari Kompas, orangtua tidak perlu khawatir bayi mereka akan kekurangan cairan meski ia tidak minum air putih.

Hal ini karena kandungan air dalam ASI dan susu formula sudah cukup untuk memenuhi jumlah air putih yang wajib dikonsumsi oleh bayi, yaitu sebesar 1,5 mL air / kkal energi setiap harinya.

Selain itu, rasa air putih yang sejuk dan segar dapat membuat bayi kehilangan selera untuk minum susu. Minum air putih akan membuat perut bayi terasa penuh dan menunda rasa laparnya, sehingga memicu bayi untuk minum susu lebih sedikit daripada biasanya.

Meski air putih tidak baik untuk bayi berusia di bawah 6 bulan, ini bukan berarti ia sama sekali tidak minum air putih. Misalnya ketika bayi hendak minum obat yang berbentuk bubuk/ puyer, air putih dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat puyer menjadi cair dan lebih mudah disuapkan ke mulut bayi. Walaupun sebenarnya, ASI dapat digunakan untuk melarutkannya.

Air putih sesekali diperlukan untuk menghilangkan warna putih di lidah bayi akibat minum susu formula. Warna putih pada lidah biasanya tidak terjadi pada bayi yang minum ASI.

Takaran air putih yang diperbolehkan untuk bayi di bawah 6 bulan adalah 2 ml, atau sekitar seperempat sendok teh, tidak lebih. Itupun jika benar-benar diperlukan dan tidak dianjurkan memberikan air putih dengan dot atau sippy cup.