Senin, 18 November 2019

BISNIS

Semen Indonesia Buka Keran Ekspor ke China dan Asia Selatan

news24xx


Pabrik Semen Indonesia. Foto: PT Semen Indonesia. Pabrik Semen Indonesia. Foto: PT Semen Indonesia.

RIAU1.COM -PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mulai mengekspor produknya ke China. Ekspor semen Tanah Air berjalan mulai tahun ini.

Dilansir dari Detik.com, Sabtu (9/11/2019), Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Semen Indonesia Sigit Wahono mengatakan, pihaknya membuka penjualan di kawasan regional melalui laman perseroan.

"Kemarin ada buyer dari China memang ingin membeli produk kita," ujarnya.

Masuknya produk Semen Indonesia ke China karena kurangnya pasokan semen. Berkurangnya pasokan semen di China dipicu oleh pemberhentian pabrik karena faktor lingkungan.

"Di sana ada pembaruan regulasi karena memang ada beberapa pabrik yang harus diperbaiki sebelum untuk beroperasi," ujar Sigit.



BACA JUGA : GM Bandara Benarkan Pilot Batik Air Pingsan Sebelum Pesawat Mendarat Darurat

Iklan Riau1

Meski sudah bisa masuk pasar China, ekspor semen ke China belum bisa dilakukan secara kontinu. Pihaknya pun masih mencari pasar negara lain.

"Harapannya kita masih memiliki peluang, tapi kita tetap mencari pasar baru, karena ini belum kontinu," lanjut Sigit.

Selain mulai menembus pasar di China, Semen Indonesia juga masih fokus di pasar Asia Selatan dan Asia Tenggara seperti Sri Langka, Bangladesh, Filipina, Timor Leste.

"Saat ini kami juga fokus pada pasar baru kami di Maladewa," lanjut Sigit.



BACA JUGA : Sasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah, Kemen PUPR Permudah Syarat Kepemilikan Rumah Bersubsidi

Sigit menambahkan dari data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), saat ini, kapasitas semen di Tanah Air telah mencapai 113,1 juta ton. Sementara kebutuhan semen di pasar hanya 70 juta ton. Dengan begitu, Indonesia mengalami kelebihan kapasitas produksi sekitar 30 juta ton.

Sigit menjelaskan mulai Januari hingga September 2019 jumlah ekspor Semen Indonesia mencapai 2,9 juta ton atau meningkat 7%.

"Memang kondisi pasar semen dalam negeri saat ini tidak sebagus ekspor. Secara total market mengalami penurunan 2 persen dibanding tahun lalu," lanjut Sigit.

Sigit berharap, setelah pemilu 2019 perekonomian bisa kembali mengeliat dan berdampak peningkatan pasar semen domestik.

"Kita optimis, setelah selesainya pesta demokrasi tahun ini. Tahun depan, berbagai proyek startegis nasional dan proyek-proyek swasta ini meningkat, harapnya pasar semen domestik bisa meningkat," tandas Sigit.





Loading...