Senin, 18 November 2019

BISNIS

Kemenperin Setop Impor Cangkul Setelah Jokowi Marah

news24xx


Petugas Oil Spill Combat Team (OSCT) menggunakan baju Tyvex, helmet, sarung tangan dan membawa cangkul saat membersihkan tumpahan minyak. Foto: Kumparan.com. Petugas Oil Spill Combat Team (OSCT) menggunakan baju Tyvex, helmet, sarung tangan dan membawa cangkul saat membersihkan tumpahan minyak. Foto: Kumparan.com.

RIAU1.COM -Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat dibuat marah karena Indonesia masih rutin mengimpor cangkul. Seharusnya, cangkul bisa sepenuhnya diproduksi di dalam negeri.

Dilansir dari Kumparan.com, Rabu (6/11/2019), marahnya Jokowi bikin Kementerian Perindustrian tersentak. Dirjen Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih menargetkan akan segera menyetop impor cangkul.

Sebab, IKMA lokal saat ini bisa memproduksi sebanyak 1,5 juta unit. IKMA lokal masih sanggup produksi sampai 5 juta unit per tahun.



BACA JUGA : GM Bandara Benarkan Pilot Batik Air Pingsan Sebelum Pesawat Mendarat Darurat

Iklan Riau1

“Sekarang kalau mau ditutup benar-benar, sekarang kapasitasnya kalau sekitar 1,5 juta unit per tahun. Misalnya kapasitasnya misalnya pasar 4 juta sanggup, mau 5 juta sanggup,” ucap Gati.

Pihaknya saat ini sebetulnya sedang menggalakkan pembuatan bahan baku cangkul. Salah satunya melalui PT Indo Baja di Jawa Timur.



BACA JUGA : Sasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah, Kemen PUPR Permudah Syarat Kepemilikan Rumah Bersubsidi

“Jadi Indo Baja nanti bikin cangkul sampai (TKDN) 75 persen, kemudian kerja sama koperasi di Jatim. Ada dua, di Sidoarjo sama di Probolinggo,” kata dia.

Hal yang paling penting menurutnya ialah penciptaan pasar untuk mengakomodir produk lokal. Termasuk kebijakan-kebijakan mendukung industri lokal agar kualitas dan harga makin bersaing.

“Benar pak presiden, tutup benar-benar impor, enggak main-main, siapa yang memberikan izin sampai ada impor masuk, karena kita udah jelas merek yang beredar dalam negeri seperti apa juga udah jelas, nah saya sekarang untuk standar nasional Indonesia kita lagi revisi, kita mau perbaiki,” ujarnya.





Loading...