Jumat, 18 Oktober 2019

BISNIS

Dunia Industri di Batam Loyo dan Ada Ancaman PHK, Ini Kata Airlangga Hartarto

news24xx


Airlangga Hartarto.  Airlangga Hartarto.

RIAU1.COM - Dunia industri di Batam loyo dan terancam ada PHK massal. 

Menanggapi hal itu, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memberikan tanggapan atas masalah loyonya geliat industri di Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

Seperti dilansir CNBC Indonesia, Kamis, 15 Agustus 2019, menurut dia, Faktor utama yakni para pengusaha di sana dihadapkan pada persoalan daya saing.



BACA JUGA : Orang Dalam Bobol Dana Nasabah BNI Rp 124 Miliar, Begini Modusnya

Iklan Riau1
 

"Kita melihat itu terkait dengan daya saing dan logistik," kata Airlangga di kantor Kementerian Perindustrian, Rabu (14/8/2019).

Meski begitu, hal tersebut dinilai tidak berpengaruh banyak pada investasi di Batam. Airlangga mengatakan potensi investasi untuk industri elektronik cukup besar di wilayah tersebut. 


"Elektronik di Batam investasinya meningkat, seperti Pegatron. Nilai ekspor juga besar," katanya. 
 

Secara  terpisah, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronik Kementerian Perindustrian, Harjanto, juga mengatakan, industri elektronik masih sangat menjanjikan di Batam. 



"Kita kerja sama dengan Singapura, Nongsa, sehingga kita punya satu klaster sendiri. Kemudian kita punya politeknik sekarang khusus mendukung industri semi konduktor dan SDM diperlukan," ucap Harjanto kepada CNBC Indonesia, Rabu (14/8/2019).

Industri Batam saat ini tengah menghadapi tren penurunan. Dua pabrik elektronik di Batam dikabarkan akan tutup pada tahun ini. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan ribuan pekerja terancam kena pemutusan hubungan kerja (PHK) di Batam.


BACA JUGA : Tenaga Honorer SMP asal Tegal Dapat Rumah Undian WOW Smartfren Tahap Pertama

 
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, pertumbuhan industri manufaktur di Batam pada 2013 masih berada di angka 7,07% tetapi pada 2017 melorot menjadi tinggal 1,76%. 

Apalagi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Batam mayoritas berasal dari industri pengolahan berkontribusi signifikan terhadap dengan sumbangsih sekitar 55%.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mengungkapkan nilai ekspor Kota Batam Januari-Juni 2019 terbesar melalui

Pelabuhan Batu Ampar sebesar US$1,52 miliar, disusul Pelabuhan Sekupang US$ 844,61 juta, Pelabuhan Belakang Padang US$522,77 juta, dan Pelabuhan Kabil/Panau US$522,77 juta.

Kontribusi keempat pelabuhan terhadap kumulatif ekspor Januari-Juni 2019 di wilayah tersebut sebesar 99,80%.

R1/Hee 





Loading...