Jumat, 23 Agustus 2019

BISNIS

Datangi PLN, Presiden Jokowi Kecewa Mati Listrik Massal di Jakarta, Banten dan Jabar

news24xx


Presiden Jokowi saat mendatangi Kantor PLN, Senin. Presiden Jokowi saat mendatangi Kantor PLN, Senin.

RIAU1.COM - Presiden Jokowi kecewa atas mati listrik mendadak di Jakarta, Banten dan Jawa Barat, kemarin. Banyak pelayanan masyarakat terganggu. 

Presiden Jokowi pun mendatangi Kantor PLN pusat untuk mengetahui penyebab dan bagaimana mengatasinya. 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan rencana cadangan pendistribusian energi listrik harus berjalan melalui kalkulasi yang matang.



BACA JUGA : Indonesia Stop Beli Airbus Jika Hambat Sawit Dan Turunan Masuk Pasar Eropa

 

"Saya tahu peristiwa seperti ini pernah kejadian di tahun 2002, 17 tahun lalu untuk Jawa dan Bali. Mestinya itu bisa dipakai sebuah pelajaran kita bersama jangan sampai kejadian yang sudah pernah terjadi kembali terjadi lagi," kata Presiden saat kunjungan ke kantor pusat PT PLN (Persero) di Jakarta pada Senin, 5 Agustus 2019, seperti dilansir Antara. 

Presiden menjelaskan listrik padam yang terjadi pada Minggu (4/8/2019) di Banten, Jawa Barat, dan DKI Jakarta tidak hanya merusak reputasi PLN.

Dia mengatakan konsumen listrik sangat dirugikan.

"Pelayanan transportasi umum sangat berbahaya sekali, MRT misalnya. Oleh sebab itu pagi hari ini saya ingin mendengar langsung, tolong disampaikan yang simple-simple saja. Kemudian kalau ada hal yang kurang ya blak-blakan saja, sehingga bisa diselesaikan dan tidak terjadi lagi untuk masa-masa yang akan datang," ujar Jokowi.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu meminta direksi dan pengelola PLN untuk mengkalkulasi segala resiko pendistribusian energi listrik.



BACA JUGA : Rabbani Sabet Tiga Award Top Brand 2019 Sekaligus

 

"Pertanyaan saya, Sehingga kita tahu sebelumnya. Kok tahu-tahu drop. Artinya pekerjaan yang ada tidak dihitung, tidak dikalkulasi. Dan itu betul-betul merugikan kita semuanya," demikian Jokowi.

R1/Hee