Jumat, 23 Agustus 2019

BISNIS

Lion Air Jadi Maskapai Pertama yang Operasikan Airbus A330-900 NEO di Asia Pasifik

news24xx


Pesawat Airbus 330-900NEO milik Lion Air. Foto: J.B ACCARIEZ. Pesawat Airbus 330-900NEO milik Lion Air. Foto: J.B ACCARIEZ.

RIAU1.COM -Pesawat berbadan lebar Airbus A330-900NEO pertama pesanan Lion Air tiba, Sabtu (20/7/2019). Pesawat itu tiba setelah diterbangkan langsung dari pabrik Airbus di Toulouse, Prancis.

Dilansir dari Kunparan.com, Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, menyatakan maskapainya menjadi yang pertama di Asia Pasifik yang mengoperasikan pesawat itu.

"Tahun ini Lion akan menerima total 2 pesawat. Pesawat pertama ini, sekaligus melengkapi kekuatan tiga wide body Lion Air Airbus 330-300 yang sudah dioperasikan lebih dulu," ujarnya.



BACA JUGA : Indonesia Stop Beli Airbus Jika Hambat Sawit Dan Turunan Masuk Pasar Eropa

Menurutnya, Lion Air pada 2018 telah memesan 10 unit Airbus 330-900NEO dan mempunyai opsi memperoleh empat pesawat sejenis. Pengiriman kesepuluh unit pesawat dilakukan bertahap hingga 2020. Seluruh pesawat yang dipesan oleh Lion Air adalah jenis armada berkapasitas lebih besar.

Setibanya di Indonesia dan setelah menjalani seluruh tahapan administrasi, pesawat dengan registrasi PK-LEI itu akan dioperasikan untuk penerbangan haji. Airbus 330-900NEO, di waktu mendatang, akan melayani penerbangan berbagai jaringan populer yang membutuhkan waktu tempuh hingga lebih dari 13 jam non-stop. Seperti ibadah (umrah) rute Makassar ke Madinah dan Jedddah, Balikpapan ke Jeddah, Surabaya ke Madinah, Solo ke Jeddah dan tujuan lainnya.

Airbus 330-900NEO Lion Air, mempunyai konfigurasi kursi lorong ganda (double aisle) hingga 436 kursi kelas ekonomi.  Pesawat tersebut diklaim berkinerja optimal. Karena, pesawat ini dibekali teknologi modern dan tingkat keandalan yang didukung perangkat terbaik.



BACA JUGA : Rabbani Sabet Tiga Award Top Brand 2019 Sekaligus

Bagi airlines, mendapatkan keuntungan 25 persen lebih efisien dalam rasio penggunaan bahan bakar per kursi. Dengan begitu bisa menurunkan biaya operasi.

Efisiensi itu diperoleh dengan mengadopsi teknologi generasi baru A350 XWB seperti lekukan ujung sayap (sharklets) rentang hingga 64 meter, penyempurnaan aerodinamis, mesin generasi terbaru, common type rating (lisensi pilot yang sama). Juga sistem baru yakni teknologi kokpit WI-FI Tablet EFB – layar head-up ganda dalam pencegahan runway overrun.

Lion Air mengaku sudah mempersiapkan secara maksimal seiring jadwal pengoperasian Airbus 330-900NEO. Meliputi sumber daya manusia (pilot, awak kabin, teknisi), layanan di darat (ground handling), pusat pelatihan dan hal-hal lain yang terkait.