Musda MUI Bengkalis: Wadah Evaluasi dan Rekonsiliasi

9 November 2024
Pembukaan Musda MUI Bengkalis

Pembukaan Musda MUI Bengkalis

RIAU1.COM - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkalis menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda) V dalam menentukan kepemimpinan dan kepengurusan, serta program kegiatan untuk periode 2024-2029 akhir pekan ini.

Musda ini juga adalah sebagai langkah dalam memperkuat eksistensi sebagai sebuah lembaga yang senantiasa melakukan pembinaan, penataan dan pembaharuan, terutama dalam pembangunan ummat, serta mengantisipasi berbagai perkembangan yang semakin kompleks di tengah-tengah masyarakat.

"Kami berharap, momentum Musda ini akan menjadi saat yang tepat bagi pengurus MUI Kabupaten Bengkalis, untuk melakukan evaluasi, koordinasi, dan rekonsiliasi, serta menyusun rumusan-rumusan pemikiran yang implementatif dalam menguatkan peran ulama di daerah ini, terutama peran ulama dalam pembangunan moral dan akhlak, serta rumusan program yang dapat mempercepat terwujudnya masyarakat Kabupaten Bengkalis yang religius, berkarakter, bermarwah, maju, sejahtera serta hidup dalam kedamaian dan damai dalam kehidupan," ucap Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Andris Wasono.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis, menurutnya juga menaruh harapan besar dalam pelaksanaan Musda MUI ini akan terbentuk pimpinan dan kepengurusan MUI Kabupaten Bengkalis yang memiliki visi dan misi jauh ke depan serta mampu membuat dan menjalankan program kerja organisasinya. 

"Maju dan mundurnya MUI ini ke depan, akan sangat tergantung kepada kinerja ketuanya. untuk itu, lakukanlah Musda ini dengan sebaik-baiknya, dengan tetap bersandar pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang ada, serta tetap mengedepankan prinsip musyawarah mufakat dan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Harian MUI Provinsi Riau, H Aprizal DS, juga menyebutkan bahwa MUI memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dan pelayan ummat dalam menjalankan roda pemerintahan dan sosial kemasyarakatan.

"MUI tidak boleh berjarak dengan pemerintah dan MUI harus bisa mengayomi masyarakat untuk menjaga kesatuan dan persatuan dalam memperkuat kebersamaan di Negara Kesatuan Republik Indonesia ini,"sebut dia.

Menurutnya, salah satu pilar penguat negara adalah MUI. Bahkan saat ini banyak negara luar belajar dengan negara Indonesia dalam memperkuat bangsa melalui MUI yang menjadi mitra pemerintah dan menjadi penyejuk masyarakat.*