Kamis, 18 Juli 2019

BENGKALIS

Rawan Peredaran Narkoba, Bupati Amril Harapkan Kehadiran BNNK di Bengkalis

news24xx


Bupati Bengkalis Amril Mukminin/hari/elpi Bupati Bengkalis Amril Mukminin/hari/elpi

RIAU1.COM -  BENGKALIS - Menjadi jalur pintu masuk peredaran Narkotika di Pulau Bengkalis. Bupati Amril Mukminin berharap kehadiran Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) di Kabupaten Bengkalis untuk membantu pemberantasan peredaran narkoba.

Hal itu dikatakan Bupati Amril usai acara halal bihalal saat diwawancarai sejumlah wartawan. Amril mengatakan,  Pemkab Bengkalis sudah beberapa kali menyurati BNN agar dibangun BNNK di Bengkalis. Ia mengungkap, BNNK untuk Bengkalis dalam proses.

"Kita sudah beberapa kali menyurati BNN agar dibangun BNNK di Bengkalis,  ini sekarang dalam proses, mudah-mudahan ini berjalan lancar dan bisa menekan peredaran narkoba,"kata Amril, Kamis 20 Juni 2019.



BACA JUGA : Warga Mandau Duri Heboh, Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Kamar

Masih kata Bupati, masalah narkoba merupakan masalah krusial khusus di Kabupaten Bengkalis. Pihaknya telah berkordinasi dengan penegak hukum untuk memberantas barang haram tersebut.

Tegas Bupati, berkaitan dengan pemberantasan narkoba tidak hanya menjadi kewajiban penegak hukum. Masyarakat harus berperan aktif memberantas narkoba yang sudah merajalela ini.

"Narkoba ini memang menjadi masalah yang krusial sekali, terutama di Kabupaten Bengkalis. Kia sudah berkordinasi dengan penegak hukum dan pihak terkait bagaimana caranya kita sama-sama memberantas masalah narkoba ini. Selain itu tidak terlepas dari peran dari masyarakat juga, tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah saja. Harus ada kerjasama dari masyarakat itu sendiri,"ujar Amril Mukminin.



BACA JUGA : Tokoh Masyarakat Sebut Insiden Kejurda Korwil IMI Bengkalis Kelalaian Panitia

Amril berharap dan menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Bengkalis mengajak agar bersama perangi narkoba.

"Memerangi seperti apa, dimulai dari keluarga kita sendiri.  Kalau aparat pemerintah dan penegak hukum saja sementara masyarakatnya apatis, akan sulit terwujud,"ungkapnya lagi.

Sebelumnya, warga Desa Batang Kecamatan Bukit Batu dihebohkan dengan penemuan sebuah koper berisikan 14 bungkus narkoba jenis sabu dan pil ekstasi.

Usut punya usut, temuan itu merupakan upaya penangkapan yang dilakukan oleh petugas dari Mabes Polri. Diduga pelaku membuang barang bukti dipinggir Jalan.

Sejauh ini polisi berhasil menangkap seorang tersangka yang diduga sebagai pemilik barang haram itu.***


R1/phi