Selasa, 18 Juni 2019

ADVERTORIAL

Serius Kembangkan Wisata Halal, Riau Raih Rangking Tiga MTI

news24xx


Gubernur Riau, Syamsuar menerima piala setelah Riau meraih rangking ketiga wisata halal versi MTI Gubernur Riau, Syamsuar menerima piala setelah Riau meraih rangking ketiga wisata halal versi MTI

RIAU1.COM - Bukti keseriusan dan semangatnya dalam mengembangkan wisata halal membawa Provinsi Riau meraih rangking ketiga di Indonesia versi Muslim Travel Indeks (MTI).

Piala dan piagam untuk Provinsi Riau diserahkan langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Arief Yahya kepada Gubernur Riau, Syamsuar.

Penyerahan piala dan piagam tersebut digelar di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa 9 April 2019. Selain Riau, juga ada NTB yang meraih rangking pertama dan Aceh pada rangking kedua.

Ketua tim percepatan perkembangan pariwisata halal, Anang Sutono mengatakan, penilaian rangking ini merupakan rangkaian dari kegiatan Wonderful Indonesia Halal Tourism Meeting and Conference, Kemenparekraf RI.



BACA JUGA : Kuansing Masih Miliki 118 Desa Tertinggal dan 75 Desa Sangat Tertinggal

"Adanya penilaian destinasi wisata halal ini untuk memberi semangat perkembangan pengembangan pariwisata halal di Indonesia," kata Anang.

Anang menuturkan, semangat Provinsi Riau dalam pengembangan wisata halal ini sangat luar biasa. Tahun 2018 lalu Riau berada pada rangking 7, sekarang berada pada rangking 3.

"Semangat Riau juga terlihat pada pemimpinnya yang lengkap datang pada kegiatan ini. Selamat kepada Gubernur Riau, Pak Syamsuar," kata Anang.



BACA JUGA : Targetkan Seluruh Sekolah Raih Adiwiyata, Pemkab Rohil Jamin Peningkatan Mutu Pendidikan

Sementara itu, Menparekraf RI, Arief Yahya mengucapkan selamat pada 12 daerah provinsi telah menjadi yang terbaik dalam Wonderful Indonesia.

"Saat ini pertumbuhan pariwisata di Indonesia tercepat di dunia. Indonesia salah satu negara yang wajib dikunjungi, tahun 2018 wisata halal kita masuk rangking 2 dunia," ungkap Arief.

"Diharapkan pada tahun 2019 ini wisata halal menjadi penyumbang devisa terbesar pertama di Indonesia. Apalagi pariwisata adalah industri paling mudah untuk percepatan dan menciptakan lapangan kerja," sambungnya.

Usai menerima piala dan piagam penghargaan rangking tiga wisata halal versi MTI, Syamsuar mengucapkan terima kasih atas prestasi ini. Tentunya, hal ini tak lepas dari berbagai elemen masyarakat.

"Prestasi ini akan ditingkatkan sehingga kunjungan wisatawan manca negara juga meningkat. Efeknya jelas pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Bumi Lancang Kuning," tutupnya.(adv)