Kamis, 21 Maret 2019

TOP

Mulai dari KONI Bagi-bagi Bonus Sampai NPC Riau Terpaksa Hapus Uang Makan Atlet Difabel Berprestasi

news24xx


Ketua KONI Riau Emrizal Pakis saat penyerahan bonus akhir tahun atlet berprestasi baru-baru ini Ketua KONI Riau Emrizal Pakis saat penyerahan bonus akhir tahun atlet berprestasi baru-baru ini

RIAU1.COM - Tahun 2019 ini pembinaan olahraga di Riau akan menghadapi tantangan berat, akan ada banyak event penting yang harus dihadapi untuk mengejar PON dan Peparnas tahun 2020 di Papua.

Di sini, Riau1.com akan merangkum berbagai hal terkait olahraga di Bumi Melayu yang terjadi dalam sepekan, mulai dari 'kado manis' dari KONI dan 'pil pahit' yang harus ditelan para atlet difabel Riau berprestasi karena anggaran tahun 2019 yang minim.

1. KONI Riau bagi-bagi bonus

Beberapa hari jelang pergantian tahun baru 2019, tepatnya tanggal 28 Desember 2018, KONI Riau menggelontorkan dana sebesar Rp1.454.875.000. Anggaran tersebut dipersiapkan sebagai penghargaan jasa para atlet yang berprestasi.

Budget yang hampir menyentuh angka Rp1,5 miliar itu diberikan kepada 197 atlet berprestasi dan 71 pelatih dari 30 cabang olahraga (cabor) yang berhasil meraih prestasi diberbagai kejuaraan sepanjang tahun 2018.

Ratusan atlet berprestasi yang mendapatkan bonus akhir tahun ini merupakan peraih medali emas, medali perak serta medali perunggu dari seluruh tingkat, mulai dari kadet, junior dan senior.



BACA JUGA : Mulai dari Penjelasan Sekdako Pekanbaru Tentang Penghapusan TPP hingga Dibahasnya Revisi Perwako

Dari 30 cabor tersebut, anggar yang paling banyak mendapatkan bonus dari 22 atlet dan tiga pelatih berprestasi, yakni sebesar Rp181.875.000. Disusul dengan cabor angkat berat dengan total bonus Rp134.500.000.

Sedangkan untuk cabor penerima bonus terbesar ketiga ialah cabor dayung dengan total Rp103.750.000, dan penerima bonus terbanyak keempat dari cabor atletik dengan total Rp103.000.000.

2. Tahun 2019 KONI Riau seleksi atlet untuk PON 2020

Tahun 2019 ini, akan ada berbagai event kejuaraan yang siap menanti para atlet Riau untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam meraih prestasi demi tiket menuju PON XX tahun 2020 di Papua.

Ada dua event penting yang harus diikuti oleh ratusan atlet terbaik Riau, yakni Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) dan Pra PON yang wajib diikuti oleh seluruh cabang olahraga (cabor) di KONI Riau.

Dari 50 lebih cabor yang tergabung di KONI Riau, nantinya akan dibagi untuk mengikuti Porwil serta Pra PON. Untuk Porwil KONI akan mengirimkan 12 cabor, sedangkan untuk Pra PON ada sekitar 40 cabor.

Hasil Porwil dan Pra PON ini nanti, akan terlihat mana saja cabor yang melahirkan atlet berprestasi yang nantinya akan ditunjuk untuk dikirim mewakili Riau pada ajang kejuaraan multi event terakbar sebagai tanah air tahun 2020 nanti.

3. KONI Riau tidak gelar TC untuk Pra PON 2019

Meski ada lebih dari 40 cabang olahraga (cabor) yang akan turun di Pra PON 2019 untuk berebut mendapatkan tiket menuju PON XX 2020 di Papua, KONI Riau tegas tidak akan menggelar pemusatan latihan (TC).

Alasan tidak digelarnya TC untuk para atlet dari cabor yang akan turun di Pra PON 2019, karena salah satu agenda penting di tahun 2019 tersebut merupakan single event, seperti halnya Kejuaraan Nasional (Kejurnas).

Tapi, untuk mempersiapkan diri, nanti para atlet cukup menjalani latihan intensif di setiap pengprov cabor masing-masing. Nanti, pengprov yang akan berkoordinasi langsung dengan KONI Riau.



BACA JUGA : KONI Riau Desak 10 Cabor Siapkan Atlet Porwil 2019 Hingga Kembali Terpilihnya Jaya Kusuma jadi Ketua NPC Riau

4. Tiga atlet senam Riau dipersiapkan untuk Seleknas Sea Games 2019

Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Senam Indonesia (Persani) Riau mulai mempersiapkan atlet terbaiknya untuk mengikuti seleksi nasional (seleknas) Sea Games 2019 yang akan digelar pada awal Januari 2019 ini.

Untuk seleknas Sea Games 2019, ada tiga atlet andalan dipersiapkan Persani Riau, yakni Agung Suci Tantio Akbar, M Aprizal dan M Tri Saputra. Ketiganya juga pernah mewakili Indonesia saat event Asian Games 2018 lalu.

Untuk bisa lolos ke semifinal Sea Games 2019, 'tiga sekawan' ini harus bisa meraih prestasi membanggakan pada kejurnas yang akan digelar pada bulan Januari 2019 ini. Sebab kejurnas tersebut akan menjadi ajang seleksi untuk Sea Games 2019.

 

5. Perenang putri Riau, Azzahra tampil di kejuaraan renang dunia

Perenang putri andalan Riau, Azzahra Permatahani berkesempatan untuk berlaga di ajang Junior Swimming Championship yang akan digelar di Hungaria pada bulan Agustus 2019 nanti.

Azzahra berhasil lolos mengikuti kejuaraan renang dunia di Hungaria setelah menembus limit-A FINA World Junior Swimming Championship 2019 dengan catatan waktu 2 menit 16,97 detik.

Catatan waktu itu diraih Azzahra saat mengikuti 2nd Indonesia Open Aquatic Championship 2018 di Jakarta awal Desember 2018 lalu. Ia mendapatkan catatan waktu terbaik saat turun di nomor 200 meter gaya ganti putri dan juga berhasil meraih medali emas.

6. Tiga atlet sepeda Riau masuk Pelatnas Sea Games 2019

Di saat tiga atlet senam Riau masih menunggu kepastian ke Sea Games 2019, tiga atlet sepeda Riau dari kategori Mountain Bike (MTB) sudah masuk ke Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Sea Games.

Ketiganya terdiri dari dua putri dan satu putra, yakni Noviana, Salsa dan Sugianto yang masuk dalam atlet senior Riau dari Pengprov ISSI Riau.

Dipanggilnya tiga atlet tersebut berdasarkan prestasinya saat mengikuti kejuaraan nasional (kejurnas) selama tahun 2018 lalu. Dari hasil kejurnas itu, para atlet mendapatkan poin yang menjadi tolak ukur PB ISSI untuk merekrut atlet yang masuk ke pelatnas.

7. Dijatah Rp1 miliar, NPC Riau terpaksa hapus uang makan atlet paralimpian

2019 akan menjadi tahun berat bagi atlet paralimpian Riau. Sebab, anggaran pembinaan prestasi sepanjang tahun ini mengalami pengurangan yang signifikan, NPC Riau hanya mendapat dana hibah sebesar Rp1 miliar saja dari Pemprov Riau.

Dengan anggaran yang 'sedikit' itu, NPC Riau yang menjadi tempat naungan para atlet difabel itu tidak bisa lagi memberikan uang pembinaan kepada para atlet yang selama ini rutin mendapatkan uang pembinaan setiap bulannya.

Mirisnya lagi, tidak hanya uang pembinaan. Uang makan untuk paralimpian Riau yang telah mengharumkan nama Bumi Melayu hingga ke internasional berkat presastinya ini juga terpaksa dihapus NPC Riau.

NPC Riau juga tidak bisa menggelar ajang kejuaraan paralimpian terakbar di Riau, yakni Peparprov dan dengan itu Riau tidak memiliki peluang mengikuti Peparnas 2020 di Papua.