Senin, 25 Maret 2019

TOP

Dari Tewasnya Eks Bomber PSPS Riau Hingga Kekecewaan Masyarakat karena Jembatan Siak IV Hanya 'Pajangan' Setelah Diresmikan

news24xx


Jembatan Siak IV yang masih belum bisa dilalui setelah diresmikan (foto: dok/riau24group) Jembatan Siak IV yang masih belum bisa dilalui setelah diresmikan (foto: dok/riau24group)

RIAU1.COM - Meski kabar olahraga di Riau tidak terlalu 'eksis', namun ternyata banyak hal tentang olahraga di Bumi Lancang Kuning yang cukup menjadi perhatian publik.

Mulai dari perjuangan para atlet panahan Riau yang mengikuti kejuaraan di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) tanpa adanya bantuan dana dari Pengprov Perpani Riau maupun KONI Riau.

Hingga kabar duka dari dunia sepakbola Riau, dimana seorang mantan striker PSPS Pekanbaru (kini PSPS Riau) era ISL yang meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan maut di Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang, KM 20, Kampar baru-baru ini.

Kemudian, Jembatan Siak IV yang kini dikenal dengan Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (Marhum Bukit) telah diresmikan oleh Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim. Tapi sayang, jembatan tersebut hanya sekedar 'pajangan' di Sungai Siak karena masih belum bisa dioperasikan.

1. 21 Atlet Panahan Riau Ikuti Kejuaraan di Bukittinggi Tanpa Bantuan KONI Riau dan Pengprov Perpani

Memboyong 21 atlet mengikuti kejuaraan Wirabraja Open 2019 yang akan digelar di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) tanggal 15 Februari sampai 18 Februari 2019 nanti, Muslim Archery School (MAS) berangkat tanpa bantuan dari Pengprov Perpani dan KONI Riau.

Pelatih MAS, Muslim mengatakan, meski memboyong atlet panahan Riau pihaknya memang tidak meminta bantuan kepada KONI Riau untuk mengikuti kejuaraan panahan terbuka di Bukittinggi tersebut.

"Kami memang tidak meminta bantuan ke KONI Riau, karena kondisi kepengurusan Pengprov Perpani Riau saat ini tidak jelas. Jadi, kami gunakan biaya swadaya saja," kata Muslim kepada Riau1.com, Senin 11 Februari 2019.

2. HUT ke-235 Pekanbaru, KONI Kota akan Gelar International Dragon Boat Festival

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Pekanbaru berencana akan menggelar event wisata olahraga Pekanbaru International Dragon Boat Festival (PIDBF) dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-235 Kota Bertuah.



BACA JUGA : Dari Jembatan Siak IV yang Dibuka Setelah 30 Hari Diresmikan Hingga Berakhirnya Aksi Ratusan Masyarakat Koto Aman Usai 2 Pekan Bertahan di Bawah Flyover

Ketua KONI Kota Pekanbaru, Anis Murzil mengatakan, wacana digelarnya event PIDBF ini karena melihat kondisi Sungai Siak sebagai salah satu ikon Kota Pekanbaru belum termanfaatkan dengan maksimal.

"Kita ingin dari Sungai Siak ini bisa lahir atlet-atlet Kota Pekanbaru yang bisa berprestasi di kancah internasional, khususnya dari cabang olahraga (cabor) dayung," kata Anis Murzil kepada Riau1.com, Selasa 12 Februari 2019.

3. Mantan Bomber Asykar Bertuah jadi Korban Kecelakaan Maut, PSPS Riau Berduka

Dunia olahraga Riau berduka, khususnya sepakbola. Mantan pemain PSPS Pekanbaru (kini PSPS Riau), Khairunnas Afrizal meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan maut, Kamis 14 Februari 2019 malam kemarin.

Tidak hanya Khairunnas, istri dan anak perempuannya berusia 1 tahun juga turut menjadi korban dan meninggal di lokasi kejadian setelah ditabrak mobil di Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang, KM 20, Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kampar.

Manajemen PSPS Riau turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya bomber PSPS Pekanbaru era tahun 2013/2014 itu. Manajemen baru mendapat kabar duka setelah berita kecelakaan pria yang akrab dipanggil Oon itu beredar di media sosial (medsos).

"Tadi malam kita mendapat kabarnya yg sempat ramai dimedsos perihal lakalantas di Rimbo Panjang dan ternyata korban adalah mantan pemain kami," kata Media Officer PSPS Riau, M Teza Taufik kepada Riau1.com, Jumat 15 Februari 2019.

"Setelah mendapat kabar duka itu, beberapa pemain yang sempat bersama almarhum dahulu dalam tim, langsung merapat ke RS Aulia Hospital untuk melihat kondisinya," tambahnya.

4. Menanti 10 tahun dan Diresmikan di Bawah Guyuran Hujan, Jembatan Siak IV Belum Bisa Digunakan Masyarakat Riau

Menunggu selama hampir 10 tahun dan melalui kepemimpinan empat Gubernur Riau, Jembatan Siak IV atau yang kini diberi nama Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah akhirnya diresmikan, Kamis 14 Februari 2019.



BACA JUGA : Mulai dari Pelecehan Siswi SMP Hingga Ancaman Sanksi BKPSDM Pekanbaru Terkait Demo Guru

Sayangnya, peresmian yang dilakukan langsung oleh Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim ini tidak serta merta membuat jembatan yang menghubungkan Kecamatan Rumbai Pesisir dan pusat Kota Pekanbaru itu bisa digunakan.

Masyarakat harus bersabar lebih lama lagi untuk bisa menggunakan jembatan yang membentang sepanjang 800 meter atas sungai Siak tersebut. Sebab, jembatan yang mampu menahan beban sekitar 4.000 ton itu belum memiliki sertifikat laik operasi.

Kepala Dinas PUPR Riau, Dadang Eko Purwanto mengatakan, saat pengujian beban beberapa waktu lalu, proses pengerjaan jembatan tersebut baru mencapai 75 persen dan sekarang masih terus dilakukan tahap finishing.

"Untuk pengoperasiannya, kita masih harus menunggu hasil kajian dari tim KKTJ berdasarkan hasil uji beban yang dilakukan beberapa waktu lalu," kata Dadang kepada Riau1.com, Kamis 14 Februari 2019.

5. Masyarakat Pekanbaru Kecewa Jembatan Siak IV Hanya 'Pajangan'

Meski sudah diresmikan langsung oleh Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim setelah menanti selama 10 tahun, kehadiran Jembatan Siak IV atau yang kini diberi nama Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah saat ini justru membuat kecewa masyarakat.

Karena, jembatan yang digaungkan menjadi penghubung antara Kecamatan Rumbai Pesisir dan pusat Kota Pekanbaru ternyata sampai sekarang masih belum bisa difungsikan, akibat belum adanya sertifikat laik operasi dari Kementerian PUPR.

"Kami kecewa, untuk apa diresmikan sekarang kalau ternyata jembatan itu (Siak IV) belum bisa kami lewati," kata Febrima, warga Jalan Limbungan, Kelurahan Lembah Sari, Kecamatan Rumbai Pesisir kepada Riau1.com, Kamis 14 Februari 2019.

Febrima mengungkapkan, masyarakat di Kecamatan Rumbai Pesisir sangat berharap jembatan senilai Rp107 miliar yang membentang sepanjang 800 meter itu bisa segera difungsikan.