Rabu, 20 Februari 2019

TOP

Disnaker Tunggu Pencari Kerja Baru Selesai UN hingga Swastanisasi Pengelolaan Sampah di Rumbai dan Rumbai Pesisir di Pekanbaru

news24xx


Pertemuan Kasatpol PP Pekanbaru Agus Pramono dengan Ketua OPSI Riau didampingi pihak LBH, Rabu (16/1/2019). Foto: Surya/Riau1. Pertemuan Kasatpol PP Pekanbaru Agus Pramono dengan Ketua OPSI Riau didampingi pihak LBH, Rabu (16/1/2019). Foto: Surya/Riau1.

RIAU1.COM -Disnaker Tunggu Pencari Kerja Baru Selesai UN, Penyelenggara Sirkus Lumba-Lumba Titip Uang Jaminan Rp50 Juta ke Bapenda Pekanbaru, Kantor Sekretariat OPSI Riau Pernah Diintai Intelijen Satpol PP Pekanbaru, PKL yang Berjualan di Trotoar Pasar Teratai akan Direlokasi ke Pasar Higienis dan PMJ, Swastanisasi Pengelolaan Sampah di Rumbai dan Rumbai Pesisir Tahun Ini Hanya Wacana merupakan lima berita rangkuman Riau1.com pekan ini yang pantas dibaca.

1.Pekanbaru Job Expo 2019, Disnaker Tunggu Pencari Kerja Baru Selesai UN

Pihak Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pekanbaru akan menggelar Pekanbaru Job Expo 2019 sekitar Juni mendatang. Pertimbangannya, Disnaker menunggu calon pencari kerja baru selesai melaksanakan Ujian Nasional (UN).

Hal ini diungkapkan Kepala Disnaker Kota Pekanbaru Johnny Sarikoen di kantor DPRD Pekanbaru, Senin (14/1/2019).

Rencananya, kami menggelar Pekanbaru Job Expo setelah Ujian Nasional. Itu rencana awalnya," katanya.

Namun, UN berdekatan dengan bulan puasa. Akhirnya diputuskan, Pekanbaru Job Expo dibuka usai Lebaran nanti.

2. Penyelenggara Sirkus Lumba-Lumba Titip Uang Jaminan Rp50 Juta ke Bapenda Pekanbaru

Atraksi hiburan Sirkus Lumba-lumba digelar dari 12-17 Januari di kawasan Purna MTQ Pekanbaru, Riau. Pihak penyelenggara diisukan membayar uang pajak Rp1.000.000 per hari ke instansi yang mengolah perpajakan di Pekanbaru.

Isu itu ditepis pihak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru. Sebab, pihak penyelenggara sudah membayar uang jaminan.

Kepala Bidang Pajak Daerah Lainnya Bapenda Pekanbaru Adi Lesmana saat ditemui Riau1.com, Selasa (15/1/2019), mengatakan, pihak penyelenggara sudah membayar uang jaminan sekitar Rp50 juta. Uang jaminan ini dititipkan ke bendahara penerima.



BACA JUGA : Dari Tewasnya Eks Bomber PSPS Riau Hingga Kekecewaan Masyarakat karena Jembatan Siak IV Hanya 'Pajangan' Setelah Diresmikan

3. Kantor Sekretariat OPSI Riau Pernah Diintai Intelijen Satpol PP Pekanbaru

Kantor Sekretariat Organisasi Perubahan Sosial Indonesia (OPSI) Riau sudah pernah diintai anggota intelijen Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru, Riau. Penelusuran ini dilakukan atas rekomendasi Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Sebenarnya, masalah lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) ini sudah disampaikan dalam rapat MUI. Saya dikasih surat sama Ketua MUI Pekanbaru Ilyas Husti," kata Kepala Satpol PP Pekanbaru Agus Pramono kepada wartawan, Rabu (16/1/2019).

Rekomendasi MUI Kota Pekanbaru, masalah LGBT ini diminta untuk ditelusuri. Atas rekomendasi ini, tim intelijen digerakkan.

"Dapatlah suatu keterangan bahwa ada rumah yang disebut Organisasi Perubahan Sosial Indonesia (OPSI) Riau. Kami panggil hari ini. Tentu, kami praduga tak bersalah dahulu," ungkap Agus.



BACA JUGA : Dari Kacaunya Pikiran Kepala SDN 121 Pekanbaru Hingga Dicegatnya 2 Pesawat Komersil dalam 3 Bulan Terakhir

4. PKL yang Berjualan di Trotoar Pasar Teratai akan Direlokasi ke Pasar Higienis dan PMJ

Pedagang kali lima (PKL) yang berjualan  di trotoar Pasar Teratai akan ditertibkan. Keputusan penertiban ini berdasarkan hasil rapat dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru, Riau.

Hal ini diungkapkan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru Agus Pramono, Rabu (16/1/2019).

Kami sudah rapat dengan pihak Disperindag. Keputusannya, pedagang tidak boleh lagi berjualan di trotoar Pasar Teratai," katanya.

Sebelumnya, PKL yang berjualan di badan jalan sekitar Pasar Teratai ditertibkan secara rutin hingga 15 hari. Hasilnya, jalan tersebut sudah lancar.

5. Swastanisasi Pengelolaan Sampah di Rumbai dan Rumbai Pesisir Tahun Ini Hanya Wacana

Swastanisasi pengelolaan sampah untuk wilayah Kecamatan Rumbai dan Rumbai Pesisir sepertinya gagal pada tahun ini. Pasalnya, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru belum siap karena terkendala anggaran.

Hal ini disampaikan Sekretaris DLHK Kota Pekanbaru Elmawati kepada Riau1.com di ruang rapat kantor wali kota Pekanbaru, Kamis (17/1/2019).

Itu wacana ke depan. Mungkin 2020. Tentu kami perlu menyiapkan rencana anggaran," katanya.