Minggu, 18 Agustus 2019

SIAK

Film 'Kue Khasidah' Garapan Dara Muda Siak Raih Predikat Terbaik I Viu

news24xx


Nur Azizah, dara muda Siak yang menjadi sutradara film Kue Khasidah Nur Azizah, dara muda Siak yang menjadi sutradara film Kue Khasidah

RIAU1.COM - Berawal dari niat mempromosikan makanan khas Siak ke masyarakat luas, film pendek berjudul 'Kue Khasidah' karya dara muda asal Siak, Nur Azizah raih predikat terbaik dari 17 film pendek Indonesia yang ditaja Viu Digital Film.

Penghargaan yang diperoleh dari Viu Digital Film itu diterima langsung Gubernur Riau, Syamsuar beserta Bupati Siak, Alfedri yang di Wakili Asisten III Pemkab Siak, Jamaludin di CGV FX Sudirman Jakarta, Rabu 17 Juli 2019.

"Alhamdulillah, Film yang berdurasi lebih kurang 7 menit karya Nur Azizah menjadi film terbaik pertama di Indonesia dari 17 peserta," kata Jamaludin, Kamis 18 Juli 2019.

Asisten III Kabupaten Siak itu juga memberikan apresiasi kepada dara muda berusia 18 tahun, Nur Azizah yang menjadi sutradara film tersebut.



BACA JUGA : Cerita Haru Awindi Pembawa Baki Bendera Merah Putih saat Upacara HUT ke-74 RI di Siak

"Kita sangat bangga atas prestasi yang ditorehkan anak-anak Siak ini, mereka juga mendapat apresiasi dari Pak Gubri Syamsuar atas prestasi yang diperolehnya," sebutnya.

Film yang mengangkat nama panganan tradisional khas melayu itu, menggambarkan keseharian pembuat kue khasidah sebagai penganan yang tidak sembarangan dibuat dan dibagikan cuma-cuma.

Jamaludin menuturkan, hidangan yang berasl dari Arab tersebut, konon merupakan makanan yang disuguhkan kepada raja-raja.

Kue tersebut pun terlihat hanya saat acara tertentu, seperti kenduri adat, pertunangan dan pernikahan, hari raya keagamaan, serta acara syukuran.



BACA JUGA : Upacara HUT ke-74 RI Sukses, Aksi Paskibra Siak 2019 Pukau Ribuan Pasang Mata di Lapangan Tugu

"Kue Khasidah ini memang khas melayu, sutradaranya sangat pintar mengemas cerita di film ini, karena banyak pesan moral dan sangat kental dengan Melayu," ujarnya.

Saat merimaan penghargaan itu, Gubri juga mengatakan, film Kue Khasidah yang dibuat anak Negeri Istana Matahari Timur ini prosesnya sangat singkat.

Anak-anak Siak diberikan pelatihan cara membuat film, sutradara, dan pelatihan membuat skenario. "Usai mendapatkan pelatihan, mereka ini langsung membuat film," tuturnya.

"Hasilnya film Kue Khasidah ini yang mendapat predikat terbaik I. Semoga hal ini menjadi motifasi anak-anak Riau lainnya untuk berkarya," pungkasnya.